MANOKWARI | Go Indonesia.id __ Ratusan mahasiswa dari berbagai organisasi di Manokwari turun ke jalan menyuarakan tuntutan keadilan bagi masyarakat Kabupaten Puncak, Senin (27/4). Aksi yang berlangsung aman dan tertib ini menempuh jarak cukup jauh menuju Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Papua Barat.
Kepolisian Daerah (Polda) Papua Barat berupaya memfasilitasi kegiatan tersebut dengan pendekatan humanis. Mengingat jarak tempuh yang mencapai sekitar 13 kilometer, pihak kepolisian menyiapkan armada truk untuk mengangkut massa aksi guna menghindari kelelahan dan meminimalisir gangguan keamanan di sepanjang rute.
Namun, tawaran tersebut ditolak mentah-mentah oleh para peserta aksi. Mereka menilai kondisi kendaraan yang disediakan tidak layak untuk digunakan. Massa memilih untuk berjalan kaki menuju lokasi tujuan.
Menghadapi situasi tersebut, aparat kepolisian tidak mengambil langkah represif. Irjen Pol Alfred Papare, Kapolda Papua Barat, turun langsung memantau situasi dan memerintahkan jajarannya untuk tetap mengedepankan pendekatan persuasif serta dialogis dengan koordinator lapangan.
“Polri pada prinsipnya menjamin kebebasan masyarakat menyampaikan aspirasi. Namun, kami juga bertanggung jawab memastikan kegiatan berjalan aman dan tertib,” ujar Plt. Kabid Humas Polda Papua Barat, Kombes Pol Gadug Kurniawan.
Pihaknya menegaskan bahwa penyediaan transportasi merupakan bentuk pelayanan publik. Meski ditolak, kepolisian tetap mengawal jalannya demonstrasi agar situasi tetap kondusif dan tidak melanggar aturan perundang-undangan yang berlaku.
Aksi unjuk rasa yang melibatkan elemen Mahasiswa Puncak, BEM Universitas Papua, dan GMKI Manokwari ini berlangsung tanpa insiden yang merugikan, meski sempat terjadi perbedaan pilihan metode pergerakan antara pengunjuk rasa dan aparat pengamanan.
Reporter: Iskandar







