Polresta Banyuwangi Hadirkan “Kado Sehat” Melalui Donor Darah Dan cek kesehatan Gratis Sambut Hari Bhayangkara ke-80

1 3265 scaled

BANYUWANGI | Go Indonesia.id – Sebagai wujud kepedulian terhadap kesehatan masyarakat, Kepolisian Resor Kota (Polresta) Banyuwangi melalui Seksi Kedokteran dan Kesehatan (Sidokkes) menyelenggarakan kegiatan Bakti Kesehatan pada Rabu (3/6/2026). ratusan peserta dari berbagai elemen tampak antusias memadati area Hotel Santika Banyuwangi. Kegiatan yang mengusung semangat kemanusiaan ini diselenggarakan dalam rangka menyambut Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026.

Kapolresta Banyuwangi, Kombes Pol Dr. Rofiq Ripto Himawan, S.I.K., S.H., M.H., menjelaskan bahwa kegiatan donor darah dan pemeriksaan kesehatan gratis ini merupakan bentuk pengabdian serta pelayanan langsung Polri untuk masyarakat. Beliau berharap bakti kesehatan ini tidak hanya membantu menjaga pasokan darah bagi yang membutuhkan di wilayah Banyuwangi, tetapi juga memberikan kemudahan bagi warga untuk memeriksakan kondisi kesehatannya secara dini dan nyaman tanpa dipungut biaya.

Bacaan Lainnya

Advertisement

Selama kegiatan berlangsung, tim medis dari Sidokkes Polresta Banyuwangi berupaya memberikan pelayanan yang ramah dan profesional. Layanan terpadu yang diberikan meliputi aksi donor darah, konsultasi langsung dengan dokter umum, pemeriksaan kesehatan oleh dokter gigi, pengecekan tekanan darah, hingga pemberian obat-obatan secara gratis sesuai dengan keluhan medis pasien. Tingginya antusiasme dan rasa kebersamaan terlihat dari membaurnya berbagai elemen yang hadir, mulai dari masyarakat umum, karyawan Hotel Santika, personel sinergitas TNI dan Polri, hingga pengurus beserta anggota Bhayangkari.

Berdasarkan data yang dihimpun hingga acara berakhir, kegiatan sosial ini sukses memberikan layanan Cek Kesehatan Gratis (CKG) kepada 99 orang peserta, serta berhasil mengumpulkan kantong darah dari 60 orang pendonor. Secara keseluruhan, seluruh rangkaian bakti kesehatan yang semakin mendekatkan Polri dengan masyarakat ini berjalan dengan aman, lancar, dan terkendali dari awal hingga selesai.(*)
[08.22, 8/6/2026] Media GO INDONESIA com: Judul :

1. Mantan Wakabadan BGN SS Ajukan Justice Collaborator, Diduga Jadi Korban Kriminalisasi Usai Bongkar Praktik Jual Beli Titik SPPG

2. Diduga Ada Dalang Utama, Eks Waka BGN Ajukan Justice Collaborator ke Kejagung

​Jakarta. Pencopotan dan penetapan status tersangka terhadap mantan Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Bidang Operasional Pemenuhan Gizi, SS, menuai sorotan tajam. SS diduga sengaja dijadikan “tumbal” dan dikorbankan oleh oknum tertentu setelah dirinya berani membongkar praktik lancung jual beli titik lokasi dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

​Sebelum resmi ditetapkan sebagai tersangka pada Rabu, 3 Juni 2026, SS tercatat pernah mengungkap adanya dugaan praktik jual beli titik lokasi dapur SPPG pada Mei 2026 lalu. Namun ironisnya, SS justru dicopot dari jabatannya atas dugaan kasus yang sama, yang hingga saat ini diklaim sama sekali tidak terbukti.

​Merespons kriminalisasi tersebut, SS secara resmi mengajukan diri sebagai Justice Collaborator (JC) guna membongkar tuntas akar korupsi di tubuh BGN pusat.

​”Kasus ini harus dibuat terang benderang. Mantan Waka BGN SS hanyalah ‘wayang’ yang sengaja ditumbalkan. Dengan pengajuan Justice Collaborator ini, kita menanti keberanian Jaksa Agung untuk mengambil langkah tegas demi mengungkap dalang utama di balik rantai korupsi sistemik ini,” ujar salah satu pengamat politik

​Selain kejanggalan hukum, struktur kepemimpinan di BGN Pusat saat ini juga mendapat kritik keras. Demi perbaikan dan independensi lembaga, posisi strategis di BGN seharusnya diisi oleh figur yang memiliki latar belakang akademik mumpuni serta keahlian di bidang gizi.

​Kenyataan bahwa Kepala BGN Pusat saat ini tidak memiliki latar belakang yang sesuai dengan bidang kerja lembaga tersebut, semakin memperkuat indikasi adanya faktor kepentingan politis yang kuat di balik penangkapan dan penyingkiran SS.

​Kini, publik menunggu langkah nyata dari Kejaksaan Agung (Kejagung) untuk menerima pengajuan JC dari SS demi membongkar siapa saja aktor intelektual dibalik rantai korupsi di tubuh BGN Pusat.

Reporter : Rio


Advertisement

Pos terkait