ACEH SINGKIL | Go Indonesia. Id – Terpilihnya Asmidar, S.Pd. sebagai Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Cabang Kecamatan Kuta Baharu melalui Konferensi XXIII PGRI Tahun 2026 menjadi catatan penting dalam perjalanan organisasi profesi guru di Kabupaten Aceh Singkil. Ia disebut sebagai perempuan pertama yang memimpin PGRI Cabang Kuta Baharu, sekaligus diharapkan menjadi ikon penguatan solidaritas guru dan kemajuan pendidikan di daerah tersebut.
Apresiasi atas terpilihnya Asmidar disampaikan Prof. Dr. KH. Sutan Nasomal, S.H., M.H., selaku Ketua Dewan Pakar sekaligus Ketua Advokasi LBH PGRI Kabupaten Aceh Singkil. Saat dihubungi sejumlah pemimpin redaksi media melalui telepon seluler dari kantornya di kawasan Cijantung, Jakarta, Rabu (21/10/2026), ia menilai hasil konferensi tersebut menjadi momentum penting bagi konsolidasi organisasi guru.
βKita meyakini terpilihnya Asmidar merupakan bukti solidnya PGRI di Kuta Baharu. Kepemimpinan ini harus menjadi kekuatan baru untuk memperjuangkan aspirasi guru, menjaga solidaritas organisasi, dan mendorong pendidikan yang lebih baik,β ujar Prof. Sutan Nasomal.
Menurutnya, kepemimpinan perempuan dalam organisasi profesi guru patut mendapat dukungan, terutama ketika diemban oleh sosok yang memiliki tanggung jawab langsung dalam penyelenggaraan pendidikan di wilayah dengan keterbatasan akses dan fasilitas.
Asmidar diketahui menjabat sebagai kepala sekolah di UPTD SPF SD Negeri Lentong, Kecamatan Kuta Baharu. Pengalaman tersebut diharapkan menjadi modal untuk memahami persoalan guru di lapangan, termasuk kebutuhan perlindungan profesi, peningkatan kompetensi, serta pemerataan mutu pendidikan.
Konferensi XXIII PGRI Cabang Kecamatan Kuta Baharu Tahun 2026 berlangsung pada Selasa (20/10/2026) dengan dihadiri unsur pengurus PGRI Kabupaten Aceh Singkil, jajaran pemerintah kecamatan, kepolisian, kepala desa, kepala sekolah, serta para guru dari berbagai satuan pendidikan.
Sejumlah tokoh yang hadir di antaranya Ketua PGRI Kabupaten Aceh Singkil, Zainal Abidin, S.Pd.; Ketua Perempuan PGRI Kabupaten Aceh Singkil, Amelia, S.Pd.; Wakil Ketua I Purwanti Ginting, S.Pd.Gr.; Wakil Ketua II Satriadi, S.Pd.; dan Wakil Ketua III Rusman, S.Pd., M.Pd., yang juga disebut sebagai Korcab PGRI Kuta Baharu.
Turut hadir Sekretaris Suriadi, S.Pd., M.Pd.; Mustafa, S.Pd., selaku Ketua Bidang Pengembangan Profesi dan Karier Guru serta Tenaga Kependidikan; Ayu Linawati, S.Pd., selaku Ketua Bidang Pembinaan Mental dan Karakter; Camat Kuta Baharu Drs. Rahim; Kapolsek Kuta Baharu Iptu Muhammad Amin; serta Kepala Desa Sumber Mukti.
Hadir pula Ketua PGRI Cabang Kuta Baharu masa bakti sebelumnya, Mustolih, S.Pd., dan Ketua Panitia, Sumarno, S.Pd.
Ketua Panitia Sumarno menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung penyelenggaraan konferensi. Ia berharap forum tersebut menghasilkan kepemimpinan yang mampu menjaga kekompakan anggota dan memperkuat kontribusi PGRI terhadap peningkatan kualitas pendidikan.
Sementara itu, Mustolih menyampaikan terima kasih atas dukungan selama dirinya menjalankan amanah kepemimpinan pada masa bakti 2020β2024. Ia juga menyampaikan permohonan maaf atas kekurangan selama memimpin organisasi.
Ia mengingatkan bahwa dinamika organisasi harus dihadapi dengan kedewasaan, kebersamaan, dan semangat belajar agar perjuangan PGRI tetap berjalan secara berkesinambungan.
Ketua PGRI Kabupaten Aceh Singkil, Zainal Abidin, S.Pd., menegaskan bahwa konferensi bukan sekadar pergantian kepemimpinan, melainkan momentum untuk memperkuat komitmen organisasi dan melanjutkan perjuangan dalam memajukan pendidikan.
Ia berharap kepengurusan baru mampu merangkul seluruh anggota, memperjuangkan aspirasi guru, memperkuat perlindungan profesi, serta mendorong peningkatan kompetensi tenaga pendidik.
Dalam kesempatan tersebut, Zainal juga menyampaikan salam hormat dan ucapan selamat dari Ibunda Guru Kabupaten Aceh Singkil, Hj. Habibahtussania. Pesan yang disampaikan kepada para guru adalah agar tetap bersemangat mengabdi kepada bangsa dan negara.
Menurutnya, pengabdian guru harus dilandasi keikhlasan, kesabaran, ketulusan, dan tanggung jawab moral dalam membentuk generasi penerus bangsa.
Ia turut mengajak seluruh insan pendidikan mendukung program Pemerintah Kabupaten Aceh Singkil untuk mewujudkan pendidikan bermutu dan berkualitas demi melahirkan generasi unggul menuju Indonesia Emas.
Kapolsek Kuta Baharu, Iptu Muhammad Amin, menyampaikan bahwa PGRI memiliki peran strategis dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. Ia mengajak guru, masyarakat, dan kepolisian memperkuat sinergi untuk menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif bagi kegiatan belajar mengajar.
Sementara itu, Camat Kuta Baharu, Drs. Rahim, menegaskan bahwa guru tidak hanya bertugas menyampaikan ilmu pengetahuan, tetapi juga memiliki tanggung jawab besar dalam membentuk karakter dan mempersiapkan masa depan generasi muda.
Ia berharap PGRI terus memperkuat solidaritas, kedisiplinan, semangat gotong royong, serta kerja sama antarguru demi meningkatkan prestasi peserta didik di setiap satuan pendidikan.
βPGRI yang kuat adalah PGRI yang solid, bersatu, dan mampu bergerak bersama untuk kemajuan pendidikan,β demikian pesan yang disampaikan dalam kegiatan tersebut.
Camat Rahim kemudian membuka secara resmi Konferensi XXIII PGRI Cabang Kuta Baharu Tahun 2026. Ia berharap kepengurusan yang terpilih mampu menjalankan amanah organisasi dan menghadirkan perubahan positif bagi dunia pendidikan.
Prof. Sutan Nasomal menegaskan bahwa terpilihnya Asmidar bukan sekadar kebanggaan bagi organisasi, tetapi juga membawa tanggung jawab besar untuk memperjuangkan kepentingan guru dan meningkatkan kualitas pendidikan.
Menurutnya, kepemimpinan baru harus mampu memperkuat komunikasi dengan anggota, memperjuangkan hak dan perlindungan profesi guru, serta memberikan perhatian terhadap sekolah-sekolah yang menghadapi keterbatasan sarana dan prasarana.
Ia berharap PGRI Cabang Kuta Baharu menjadi organisasi yang semakin solid, terbuka terhadap aspirasi anggota, dan konsisten mengawal kepentingan pendidikan.
βJangan sampai pergantian kepemimpinan hanya menjadi seremoni. Guru membutuhkan organisasi yang kuat, yang mampu mendengar persoalan mereka dan memperjuangkan kepentingan profesi secara nyata. Solidaritas harus dibuktikan melalui kerja, bukan sekadar slogan,β tegasnya.
Ia juga mengajak seluruh pengurus dan anggota PGRI untuk mendukung Asmidar dalam menjalankan amanah serta menjaga persatuan demi kemajuan pendidikan di Kabupaten Aceh Singkil.
Terpilihnya Asmidar menjadi awal tanggung jawab baru bagi PGRI Cabang Kuta Baharu. Tantangan peningkatan mutu pembelajaran, pemerataan layanan pendidikan, perlindungan profesi guru, dan penguatan organisasi membutuhkan kerja bersama seluruh pemangku kepentingan.
Kepemimpinan baru diharapkan mampu menjadikan PGRI sebagai wadah perjuangan yang efektif, sekaligus mitra strategis pemerintah dalam membangun pendidikan yang berkualitas dan berkelanjutan.
Prof. Sutan Nasomal menutup pernyataannya dengan mengajak para guru menjaga semangat pengabdian dan memperkuat persatuan.
βMari kita songsong pendidikan yang hebat, bermartabat, dan membanggakan. Bersatu kita bisa. Anak bangsa harus berani bercita-cita menjadi pemimpin di negeri tercinta, Indonesia,β tutupnya.
Catatan redaksi: Penyebutan Asmidar sebagai perempuan pertama yang memimpin PGRI Cabang Kuta Baharu mengikuti keterangan dalam bahan berita dan perlu dipastikan melalui konfirmasi kepada pengurus PGRI Kabupaten Aceh Singkil. Penulisan nama, jabatan, dan masa bakti kepengurusan juga perlu disesuaikan dengan dokumen resmi konferensi.
REDAKSI







