BATAM | Go Indonesia.id – Di tengah pesatnya perkembangan kuliner modern di Kota Batam, cita rasa tradisional Melayu ternyata masih menjadi primadona. Hal itu terlihat dari ramainya warung sarapan khas Melayu milik Mak Ucu Eli yang berada di kawasan Kampung Tua Patam Lestari, Batam.(19/6/26)
Setiap pagi, warung sederhana ini dipadati pelanggan yang datang untuk menikmati aneka menu khas Melayu yang kini mulai sulit ditemukan di restoran modern.
Mulai dari epok-epok kentang, laksa kuah kari, laksa goreng, nasi lemak, lontong sayur, nasi kuning, mie siam, tauco, hingga berbagai gorengan tradisional menjadi sajian favorit warga.
Salah seorang pelanggan setia, Yanti, mengaku bersama keluarganya sering menikmati sarapan di tempat tersebut karena menawarkan cita rasa kampung dengan harga yang terjangkau.
“Menunya lengkap, rasanya khas masakan rumahan Melayu, dan harganya ramah di kantong. Banyak makanan yang sudah jarang ditemukan di tempat lain,” ujarnya.
Mak Ucu Eli menceritakan bahwa usaha yang dirintis dari rumah itu awalnya hanya melayani tetangga sekitar. Namun berkat konsistensi menjaga kualitas rasa dan pelayanan, kini pelanggannya datang dari berbagai wilayah seperti Batu Aji, Sagulung, hingga wisatawan yang berkunjung ke kawasan kampung tua.
“Dulu yang beli hanya tetangga. Sekarang banyak pelanggan dari luar daerah yang sengaja datang mencari epok-epok dan laksa khas Melayu. Alhamdulillah, UMKM kecil bisa terus berkembang,” kata Mak Ucu Eli.
Kampung Tua Kini Punya Destinasi Kuliner
Selain dikenal sebagai kawasan bersejarah dan wisata bahari, Kampung Tua Patam Lestari kini mulai dikenal sebagai salah satu destinasi wisata kuliner tradisional di Batam. Kehadiran usaha kuliner lokal seperti milik Mak Ucu Eli turut memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar.
Mulai dari pemasok sayuran, penjual kelapa, hingga pengemudi ojek online ikut merasakan manfaat dari meningkatnya aktivitas usaha tersebut.
Ketua Perwakilan Wilayah Media Go Indonesia Kepulauan Riau, Mardy Sikumbang, menilai keberhasilan UMKM seperti Mak Ucu Eli menjadi contoh nyata bagaimana usaha kecil mampu bertahan dan berkembang dengan mengandalkan keunikan produk lokal.
“UMKM adalah tulang punggung ekonomi rakyat. Dari usaha epok-epok dan laksa Mak Ucu Eli, kita belajar bahwa menjaga kualitas rasa, kejujuran, dan pelayanan adalah kunci keberhasilan. Pemerintah juga perlu terus hadir memberikan kemudahan perizinan, pelatihan, dan fasilitas yang mendukung agar UMKM semakin naik kelas,” ujarnya.
Menurut Mardy, kuliner tradisional Melayu memiliki potensi besar untuk menjadi identitas wisata Batam sekaligus memperkuat ekonomi masyarakat berbasis budaya lokal.
Warung Mak Ucu Eli melayani sarapan setiap pagi dan juga menerima pesanan untuk berbagai acara seperti kenduri, arisan, serta kegiatan keluarga lainnya. Masyarakat yang ingin memesan dapat menghubungi nomor 0852-6416-7104.
Dari dapur sederhana di Kampung Tua Patam Lestari, semangat pelaku UMKM terus membuktikan bahwa usaha kecil yang dikelola dengan sungguh-sungguh mampu berkembang, menggerakkan ekonomi warga, sekaligus melestarikan warisan kuliner Melayu di Kota Batam.
Reporter: Edy







