BANYUWANGI | Go Indonesia.id– Peta persaingan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak tahun 2027 di Kabupaten Banyuwangi semakin memanas. Kali ini, giliran tokoh masyarakat sekaligus pemimpin redaksi media, Ari Hidayat, yang secara resmi menyatakan kesiapannya untuk bertarung memperebutkan kursi Kepala Desa Bengkak, Kecamatan Wongsorejo.
Pria yang akrab disapa Mas Ari ini mengungkapkan, niat untuk mengabdi kepada masyarakat sebenarnya sudah tumbuh sejak periode Pilkades sebelumnya. Meski sempat mendaftar, namun kesempatan belum berpihak padanya saat itu.
“Keinginan untuk mengabdi sudah ada sejak dulu. Dan saat ini, saya melihat desa membutuhkan partisipasi saya untuk bersama-sama bergerak dan membangun demi kemajuan desa,” ujar Ari Hidayat saat ditemui di kediamannya, Selasa (14/4/2026).
Mengusung Konsep “Membangun dengan Cinta”
Dalam pencalonannya kali ini, Ari Hidayat membawa angin segar dengan mengusung konsep kepemimpinan yang ia beri nama “Membangun dengan Cinta”. Menurutnya, pembangunan desa harus benar-benar berangkat dari kebutuhan nyata masyarakat, bukan sekadar pemenuhan keinginan semata yang belum tentu mendesak.
Ia mencontohkan, dalam pembangunan infrastruktur, pemimpin harus berani menetapkan skala prioritas. Tidak perlu memaksakan target besar jika yang dibutuhkan masyarakat adalah penyelesaian masalah yang ada di depan mata.
“Kalau yang rusak 200 meter, ya selesaikan itu dulu. Jangan dipaksakan 500 meter hanya karena keinginan. Pemimpin harus berani memberikan pemahaman kepada masyarakat, bahwa yang didahulukan adalah kebutuhan,” tegasnya.
Tolak Gaya Otoriter, Ingin Bangun Sistem Transparan
Lebih jauh, Ari Hidayat menekankan bahwa kepemimpinan harus mengedepankan pendekatan hati dan komunikasi yang baik. Ia meyakini, gesekan atau konflik di masyarakat bisa diminimalisir jika pemimpin mampu membangun hubungan yang dilandasi rasa saling menghargai.
Ia juga berkomitmen tegas untuk tidak menjadi pemimpin yang otoriter atau bekerja sendiri (single fighter). Visi besarnya adalah menciptakan pemerintahan desa yang transparan dan melibatkan peran aktif masyarakat.
“Saya tidak ingin menjadi pemimpin yang memutuskan segalanya sendiri. Semua harus berjalan bersama, ada tanggung jawab kolektif, dan masyarakat dilibatkan sesuai kemampuan dan profesionalitasnya,” tambahnya.
Dalam konsepnya, setiap proyek desa nantinya akan melibatkan warga lokal, baik sebagai pelaksana maupun pengawas. Namun, fungsi pengawasan harus dilakukan secara objektif dan profesional, bukan untuk mencari kesalahan atau menjatuhkan satu sama lain.
“Pengawasan itu penting, tapi harus dengan niat baik. Kalau ada kekurangan, disampaikan dengan cara yang baik. Kita bangun desa ini dengan rasa saling memiliki, bukan saling menjatuhkan,” pungkasnya.
Dengan visi tersebut, Ari Hidayat siap membawa perubahan pola kepemimpinan yang lebih humanis, terbuka, dan benar-benar berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.
Seiring dengan deklarasi ini, Pilkades Desa Bengkak tahun 2027 diprediksi akan berlangsung sangat kompetitif, mengingat mulai bermunculan tokoh-tokoh potensial lainnya yang juga siap turun ke arena kontestasi.
Reporter : Indah Razak







