Udin Pelor : Jangan Tunggu Berprestasi Baru Dibina,Minimnya Perhatian Pemko Batam terhadap Pembinaan Usia Dini

IMG 20260601 WA0158

BATAM | Go Indonesia.id – Kompetisi olahraga sepak bola U 9 hingga U 14 tahun yang digelar di Perumahan Pantasi RW 013, Kelurahan Tanjung Riau, Minggu (31/5/2026

Tidak hanya menjadi ajang pertandingan bagi anak-anak, tetapi juga menjadi wadah pencarian bibit dan bakat pesepak bola muda yang berpotensi mengharumkan nama Kota Batam di masa depan.

Bacaan Lainnya

Advertisement

Kegiatan tersebut dihadiri Ketua LPM Udin Pelor, perangkat lingkungan setempat, serta Ketua RW 13 Perumahan Pantasi.

Antusias dari warga sekitar dan luar menyaksikan para pemain muda menunjukkan kemampuan terbaik mereka di lapangan.

Dalam keterangannya, Udin Pelor menilai bahwa potensi sepak bola usia dini di Batam sangat besar.

“Namun, menurutnya, potensi tersebut selama ini belum mendapatkan perhatian dan pembinaan yang memadai dari pemerintah daerah Batam “

“Hari ini kita melihat sendiri banyak anak-anak yang memiliki kemampuan, semangat, dan teknik bermain yang cukup baik. Ini membuktikan bahwa Batam memiliki banyak bibit unggul sepak bola yang perlu dibina secara serius,” ujar Udin Pelor.

Dari hasil pantauan di lapangan, sejumlah pemain muda menunjukkan kemampuan individu yang menonjol, mulai dari penguasaan bola, visi permainan, hingga mental bertanding.

Sayangnya, sebagian besar peserta mengaku berlatih secara mandiri atau melalui komunitas sepak bola lokal dengan fasilitas yang terbatas.

Udin Pelor menegaskan bahwa kompetisi tingkat lingkungan seperti ini seharusnya menjadi perhatian pemerintah sebagai sarana menjaring talenta-talenta muda.

Beliau mempertanyakan mengapa hingga saat ini belum ada program pembinaan yang berkelanjutan dan terstruktur bagi atlet sepak bola usia dini di Batam.

“Jangan sampai bakat-bakat anak-anak ini hilang begitu saja karena kurangnya perhatian. Pemerintah harus hadir memberikan fasilitas, pelatih, dan kompetisi yang rutin agar mereka memiliki kesempatan berkembang dan mampu bersaing dengan daerah lain,” tegasnya.

Menurutnya, banyak daerah di Indonesia telah berhasil melahirkan pemain-pemain berbakat karena memiliki sistem pembinaan usia dini yang konsisten. Sementara itu, Batam yang memiliki jumlah penduduk besar dan potensi sumber daya manusia yang melimpah justru dinilai belum maksimal dalam mengembangkan sektor olahraga, khususnya sepak bola.

Kegiatan pencarian bakat yang berlangsung di RW 013 ini menjadi bukti bahwa masyarakat masih memiliki kepedulian tinggi terhadap pembinaan generasi muda melalui olahraga.

Selain membangun prestasi, sepak bola juga dinilai mampu menjadi sarana pembentukan karakter, disiplin, dan menjauhkan anak-anak dari pengaruh negatif lingkungan.

Udin Pelor berharap Pemerintah Kota Batam dapat turun langsung melihat potensi yang ada di tengah masyarakat serta menyusun program pembinaan yang berkesinambungan.

“Jangan sampai pemerintah hanya hadir ketika ada atlet yang sudah berprestasi.

Pembinaan harus dimulai dari bawah, dari lingkungan masyarakat, karena di sinilah lahir calon-calon pemain yang suatu saat bisa membawa nama Batam dan Kepulauan Riau ke tingkat nasional bahkan internasional,” pungkasnya.

Editor: GoIndonesia


Advertisement

Pos terkait