Viral! Kades Rawang Kempas Diduga Tutup Akses Jalan Umum, Warga Mengaku Dirugikan dan Minta Pemerintah Turun Tangan

IMG 20260630 WA0289

BATANG ASAM | Go Indonesia. Id – Dugaan pelarangan warga melintasi jalan umum oleh Kepala Desa Rawang Kempas, Kecamatan Batang Asam, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, memicu keresahan di tengah masyarakat. Jalan yang selama ini menjadi akses utama menuju lahan pertanian dan jalur aktivitas harian warga disebut mendadak tidak bisa dilalui.

Sejumlah warga menduga pelarangan tersebut bukan karena alasan keselamatan atau perbaikan jalan, melainkan dipicu persoalan pribadi antara kepala Desa dengan sebuah perusahaan. Akibatnya, masyarakat yang tidak memiliki kaitan dengan persoalan tersebut justru ikut merasakan dampaknya.

Bacaan Lainnya

Advertisement

“Kami merasa hak kami sebagai masyarakat terganggu. Jalan ini merupakan fasilitas umum yang selama ini digunakan warga,” ungkap salah seorang warga.

Dampak dugaan penutupan akses itu dirasakan langsung oleh para petani yang kesulitan mengangkut hasil panen. Tak sedikit warga terpaksa memutar melalui jalur lain yang lebih jauh, sehingga menambah biaya operasional dan waktu tempuh.

Kasus ini semakin menjadi sorotan setelah video yang diunggah akun TikTok @BebyMizia viral di media sosial. Rekaman tersebut memicu beragam tanggapan dari masyarakat yang mempertanyakan alasan di balik dugaan pelarangan penggunaan jalan yang selama ini dimanfaatkan sebagai akses umum.

Warga kini mendesak Pemerintah Kecamatan Batang Asam dan Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat segera turun tangan dengan memanggil Kepala Desa Rawang Kempas untuk memberikan klarifikasi. Mereka juga meminta dilakukan penelusuran sesuai ketentuan yang berlaku agar tidak ada hak masyarakat yang terabaikan.

Hingga berita ini diterbitkan, Kepala Desa Rawang Kempas belum memberikan keterangan resmi terkait video viral maupun dugaan pelarangan akses jalan yang disampaikan oleh warga.

Warga berharap pemerintah segera mengambil langkah penyelesaian sehingga polemik tidak berkepanjangan dan aktivitas masyarakat dapat kembali berjalan normal.

REDAKSI


Advertisement