Warga Natuna Menanti Gebrakan Bupati Cen Sui Lan, Harga Tiket Batam–Natuna Masih Tinggi

IMG 20260423 WA0035

NATUNA | Go Indonesia.Id – Sejumlah masyarakat Kabupaten Natuna masih menaruh harapan besar kepada Bupati Natuna, Cen Sui Lan, untuk merealisasikan janji kampanyenya terkait penurunan harga tiket transportasi dari dan ke Natuna, khususnya rute Batam – Natuna.

Harapan tersebut kembali disampaikan warga pada 23 April 2026. Mereka menilai hingga saat ini belum terlihat langkah signifikan yang mampu meringankan beban biaya perjalanan masyarakat.

Bacaan Lainnya

Advertisement

Kami menunggu gebrakan baru dari Bupati, bukan hanya sekadar meneruskan program yang sudah ada,” ujar salah satu warga Natuna yang enggan disebutkan namanya.

Menurut warga, mahalnya harga tiket masih menjadi kendala utama mobilitas, baik untuk keperluan ekonomi, pendidikan, maupun kesehatan. Kondisi ini juga dinilai berdampak langsung terhadap pertumbuhan daerah yang sangat bergantung pada konektivitas

Di balik tuntutan masyarakat, terdapat sejumlah faktor yang membuat harga tiket rute Batam–Natuna masih sulit ditekan.

Pertama, keterbatasan maskapai dan jadwal penerbangan menyebabkan minimnya persaingan. Rute ini belum menjadi jalur komersial yang ramai, sehingga harga tiket cenderung tinggi.

Kedua, biaya operasional menuju wilayah kepulauan terluar seperti Natuna jauh lebih besar. Mulai dari bahan bakar, distribusi logistik, hingga perawatan armada menjadi faktor penentu mahalnya tarif.

Ketiga, tingkat keterisian penumpang (load factor) yang tidak selalu stabil membuat maskapai harus menyesuaikan harga untuk menutup biaya operasional.

Selain itu, kewenangan pemerintah daerah juga terbatas. Bupati Cen Sui Lan tidak memiliki kontrol langsung terhadap penentuan tarif tiket pesawat, karena kebijakan tersebut berada di bawah pemerintah pusat dan pihak maskapai.

Minimnya skema subsidi atau penerbangan perintis yang optimal juga menjadi salah satu penyebab belum turunnya harga tiket secara signifikan.

Meski demikian, masyarakat tetap berharap adanya langkah konkret dari pemerintah daerah. Sejumlah upaya dinilai bisa menjadi solusi, seperti mendorong subsidi tiket, membuka peluang masuknya maskapai baru, hingga menjalin kerja sama strategis dengan pemerintah pusat.

Selain itu, penguatan transportasi laut sebagai alternatif juga bisa menjadi opsi untuk menekan beban biaya perjalanan masyarakat.

Desakan publik terhadap Bupati Cen Sui Lan dinilai sebagai bentuk kontrol sosial yang wajar. Namun, penyelesaian persoalan ini tidak bisa dilakukan secara instan dan membutuhkan kolaborasi lintas sektor.

Masyarakat kini tidak hanya menunggu janji, tetapi juga langkah nyata yang mampu menjawab persoalan klasik yang telah lama dirasakan warga Natuna.

Reporter: Baharullazi


Advertisement

Pos terkait