Jeritan Petani Desa Lumahan: Harga Anjlok, Parit Mati, Pemerintah Diminta Jangan Tutup Mata

IMG 20260423 WA0120

TANJAB BARAT | Go Indonesia.Id _Kehidupan petani di Desa Lumahan, Kecamatan Senyerang, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Provinsi Jambi, kian terpuruk di tengah kondisi pertanian yang semakin tidak menentu.

Di balik hamparan kebun yang seharusnya menjadi sumber penghidupan, para petani justru dihadapkan pada kenyataan pahit: harga hasil panen terus merosot tanpa kejelasan solusi.
Tak hanya itu, kualitas buah yang dihasilkan juga semakin memburuk.

Bacaan Lainnya

Advertisement

Banyak petani mengeluhkan kondisi buah yang “trek” atau keras, sehingga sulit laku di pasaran.

Persoalan ini bukan tanpa sebab.

Warga menilai rusaknya sistem perairan menjadi biang utama menurunnya kualitas hasil pertanian.

Parit-parit yang dahulu menjadi sumber kehidupan kini justru tak lagi berfungsi sebagaimana mestinya.

Aliran air tersendat, bahkan di beberapa titik nyaris tidak berjalan.

Akibatnya, lahan pertanian kekurangan suplai air yang cukup, membuat tanaman tidak berkembang optimal dan berdampak langsung pada hasil panen.
“Kalau parit tidak berfungsi, bagaimana tanaman mau bagus? Ini sudah lama kami rasakan,” ujar salah seorang petani dengan nada kecewa.

Ironisnya, kondisi ini disebut bukan hal baru.

Warga mengaku persoalan tersebut telah berlangsung cukup lama tanpa penanganan serius dari pihak terkait.

Di tengah kondisi ekonomi yang semakin sulit, para petani kini harus menanggung beban ganda: hasil panen menurun dan harga jual yang tidak lagi menguntungkan.

Biaya perawatan kebun yang terus berjalan tidak sebanding dengan pendapatan yang diterima, membuat sebagian petani terancam merugi bahkan terjerat utang.

Situasi ini memunculkan pertanyaan besar terhadap peran pemerintah, baik di tingkat desa maupun kabupaten, dalam memperhatikan nasib para petani.

Warga menilai, hingga saat ini belum terlihat langkah konkret yang signifikan untuk memperbaiki sistem perairan maupun menstabilkan harga hasil pertanian.

Padahal, sektor pertanian merupakan salah satu tulang punggung ekonomi masyarakat Desa Lumahan yang tidak bisa dibiarkan terpuruk begitu saja.
“Jangan sampai kami dibiarkan berjuang sendiri.

Kami butuh perhatian nyata, bukan sekadar janji,” tegas warga lainnya.

Masyarakat berharap pemerintah desa hingga Bupati Tanjung Jabung Barat segera turun langsung ke lapangan, melihat kondisi sebenarnya, dan mengambil tindakan cepat.

Jika kondisi ini terus dibiarkan tanpa solusi, bukan tidak mungkin para petani akan semakin terpuruk, dan masa depan pertanian di Desa Lumahan berada di ujung ketidakpastian.

(((*Jurnalis: Apriandi*)))


Advertisement

Pos terkait