Pedagang UMKM G12 Tegaskan Dukungan Fair Ramadhan Kurma 1447 H

IMG 20260215 WA0061

TANJUNGPINANG | Go Indonesia.id_ Pelaku UMKM yang beraktivitas di kawasan Tepi Laut Taman Gurindam 12 menyampaikan klarifikasi sekaligus sikap resmi terkait berkembangnya isu yang dinilai tidak mencerminkan kondisi riil di lapangan.

Maladi, Koordinator Pedagang Cemilan, menyayangkan beredarnya narasi yang menimbulkan kegaduhan di grup pedagang maupun pemberitaan yang tidak sesuai dengan kenyataan yang mereka rasakan.

Bacaan Lainnya

Advertisement

Maladi menegaskan bahwa para pedagang justru menyambut baik inisiatif Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau melalui Dinas Pariwisata Provinsi Kepulauan Riau dalam penyelenggaraan Fair Ramadhan Kurma 2026 di Zona B.

Menurut Maladi, momentum Ramadhan merupakan kesempatan penting bagi pelaku usaha kecil untuk meningkatkan pendapatan keluarga.

“Kami pedagang sangat senang dengan adanya event Kurma 2026. Ini membantu perekonomian kami di bulan puasa. Tidak benar jika dikatakan kami melakukan penolakan,” tegasnya.

Senada dengan itu, Wahidin selaku Koordinator Pedagang Bandrek Tepi Laut G12 menyampaikan dukungan penuh terhadap kegiatan tersebut.

Wahidin menilai terlibat nya pedagang yang selama ini berusaha di Zona C adalah bentuk perhatian pemerintah terhadap keberlangsungan UMKM lokal.

“Kami berterima kasih karena tetap dilibatkan. Bulan Ramadhan adalah momen mencari rezeki secara halal dan bermartabat. Maka kami menyambut baik setiap kegiatan yang memberi ruang usaha bagi pedagang kecil,” ujar Wahidin.

Sebagai bentuk sikap tegas dan tanggung jawab moral, para koordinator pedagang UMKM Tepi Laut G12 menyampaikan permohonan maaf apabila berkembang isu seolah-olah terdapat gerakan perlawanan atau penolakan terhadap kegiatan di Zona B.

Mereka memastikan bahwa pedagang pada prinsipnya mendukung program pemerintah yang bertujuan menggerakkan ekonomi kerakyatan.
Para pedagang berharap seluruh pihak dapat menahan diri dari manuver yang berpotensi memecah solidaritas pelaku usaha kecil.

Bagi mereka, stabilitas, kebersamaan, dan kepastian berusaha jauh lebih penting demi menjaga marwah kawasan wisata serta keberlangsungan ekonomi masyarakat di Kota Tanjungpinang.

UMKM bersatu untuk ekonomi yang tumbuh, bukan untuk konflik yang Gaduh, pesan Maladi

Reporter: JEBAT


Advertisement

Pos terkait