BATAM | Go Indonesia.id _Suasana rapat antara warga Teluk Bakau Kabil dengan pihak BP Batam berlangsung penuh pertanyaan di Kedai Kopi Nur, Ruko CNN.(18/7/26).
Pertemuan tersebut dihadiri perwakilan BP Batam beserta perangkatnya, warga terdampak, para perwakilan masyarakat, serta Ketua RW 09.
Dalam rapat itu, persoalan transparansi pendataan menjadi sorotan utama. Ketua RW 09 menilai proses pendataan terhadap warga yang terdampak masih menyisakan banyak pertanyaan dan dinilai belum dilakukan secara terbuka.
“Masih kurang transparansi dalam pendataan. Warga berhak mengetahui dasar dan hasil pendataan secara jelas agar tidak menimbulkan kecurigaan,” ujar Ketua RW 09 dalam forum tersebut.
Selain pendataan, warga juga mempertanyakan realisasi janji penyediaan kapling tanah sebagai bentuk kompensasi yang sebelumnya disebut akan diberikan kepada masyarakat terdampak. Hingga kini, menurut warga, belum ada kepastian mengenai kapan janji tersebut akan direalisasikan.
Tak hanya itu, masyarakat juga menuntut adanya ganti rugi terhadap tanaman produktif yang berada di lahan mereka, seperti pohon kelapa, rambutan, dan berbagai tanaman lainnya. Warga meminta penggantian dilakukan berdasarkan jumlah pohon yang terdampak, bukan secara sepihak tanpa penjelasan yang dapat dipertanggungjawabkan.
Sejumlah warga mengaku kecewa karena hingga saat ini belum memperoleh kepastian mengenai mekanisme maupun besaran ganti rugi. Mereka menilai alasan yang disampaikan kepada masyarakat masih belum jelas dan belum menjawab tuntutan yang menjadi hak warga.
Masyarakat berharap BP Batam segera membuka data secara transparan, memberikan kepastian terkait penyediaan kapling tanah yang telah dijanjikan, serta menyusun mekanisme ganti rugi yang adil dan dapat dipertanggungjawabkan kepada seluruh warga terdampak.
Catatan Redaksi: Berita ini disusun berdasarkan penyampaian peserta rapat. Untuk menjaga prinsip keberimbangan, BP Batam perlu diberikan ruang memberikan tanggapan atau klarifikasi atas tuntutan dan pernyataan yang disampaikan warga.
Reporter: Bobi







