Menteri Ekraf Dorong Peningkatan Talenta Desainer Mebel saat Bertemu HDMI

IMG 20260304 WA0130

JAKARTA | Go Indonesia.Id _Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf), Teuku Riefky Harsya, menerima audiensi dari Himpunan Desainer Mebel Indonesia (HDMI) untuk membahas potensi penguatan ekosistem ekonomi kreatif khususnya industri mebel. Pertemuan ini menegaskan pentingnya kolaborasi pemerintah dan asosiasi dalam mengakselerasi talenta, meningkatkan daya saing desain, serta mendorong nilai tambah produk mebel nasional berbasis kekayaan intelektual.

โ€œAsosiasi seperti HDMI memiliki peran krusial untuk membantu kami mengkurasi talenta kreatif yang siap untuk diakselerasi. Asosiasi lah yang paling tahu tantangan dan potensinya di mana,โ€ ujar Menteri Ekraf di Kantor Kementerian Ekraf, Jakarta, Selasa (3/3).

Bacaan Lainnya

Advertisement

HDMI merupakan organisasi profesi yang menghimpun desainer furnitur dari berbagai daerah di Indonesia. HDMI yang berdiri sejak 28 Oktober 2010 di Universitas Paramadina kini memiliki sekitar 200 anggota yang tersebar di sejumlah provinsi. Dalam ekosistem industri kreatif, HDMI berperan sebagai mitra strategis pemerintah, berkolaborasi dengan lembaga pelatihan kerja, serta menjadi rujukan dan mitra bagi Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) dalam penguatan standar dan kompetensi desainer mebel nasional.

Salah satu fokus HDMI tahun ini adalah mendorong peningkatan nilai tambah produk mebel melalui pengelolaan kekayaan intelektual. Sejalan dengan itu, Kementerian Ekraf tengah memperkuat skema pendanaan berbasis KI agar pelaku industri kreatif, termasuk desainer mebel, memiliki akses pembiayaan yang lebih inklusif.

โ€œDi Indonesia selama ini hanya ada Business Appraisal dan Property Appraisal, kemarin kami sudah melantik 64 IP Evaluator atau IP Appraisal yang sudah dilatih oleh organisasi WIPO. 64 orang ini akan menjadi mitra perbankan untuk pendanaan KUR berbasis kekayaan intelektual. Artinya kita bangun ekosistemnya dalam hal pendanaan,โ€ jelas Teuku Riefky.

Sementara itu, Dewan Pembina HDMI, R.M. Satya Brahmantya, menekankan keunggulan komparatif Indonesia dari sisi sumber daya alam sebagai fondasi kuat bagi industri desain mebel.

โ€œDesainer di Indonesia sebenarnya memiliki _privilege_ karena _natural resource_ untuk bahan baku kita sangat bagus, contohnya kayu jati, rotan, bambu, dengan ribuan spesies dan jenis yang tersebar di berbagai daerah. Kita perlu bersaing di nilai tambah, material, skill, karakter, dan _storytelling_,โ€ ujar Brahm.

Pada kesempatan yang sama, Deputi Bidang Kreativitas Budaya dan Desain, Yuke Sri Rahayu menambahkan, subsektor mebel memiliki fondasi industri yang kuat dan berpotensi masuk dalam skema program akselerasi Kementerian.

โ€œIni menarik karena mebel juga termasuk dalam subsektor kriya, dan sudah memiliki industri yang kuat. Mungkin ke depannya mebel bisa masuk ke dalam kategori di dalam program akselerasi kami,โ€ ujar Yuke.

Sinergi antara Kementerian Ekraf dengan HDMI diharapkan mampu memperkuat posisi desainer mebel Indonesia tidak hanya sebagai produsen berbasis sumber daya alam, tetapi sebagai kreator dengan nilai tambah tinggi yang mampu bersaing di pasar global.

Turut hadir dalam audiensi tersebut Ketua Umum Himpunan Desainer Mebel Indonesia, Bintang Maulana Zakariya; Dewan Pembina R.M. Satya Brahmantya, Ira Samri, dan Ade Fajarwati; serta perwakilan Bidang Humas, Rizal Fauzan.

Sementara itu mendampingi Menteri Ekraf Direktur Arsitektur dan Desain Sabar Norma Megawati Panjaitan.

Reporter : Zahra
Sumber: Kiagoos Irvan Faisal
Kepala Biro Komunikasi
Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif

Untuk informasi terkini terkait Kementerian Ekonomi Kreatif,
kunjungi https://ekraf.go.id/news.


Advertisement

Pos terkait