Pajero Tabrak Avanza di Pasbar, Lalai atau Sengaja?

IMG 20260312 WA0043

PASBAR | Go Indonesia.Id _Kecelakaan lalu lintas yang melibatkan mobil Mitsubishi Pajero dan Toyota Avanza di Batang Umpai, Nagari Aia Gadang, Kecamatan Pasaman, Kabupaten Pasaman Barat, menyita perhatian publik setelah videonya viral di media sosial.

Peristiwa itu terjadi di jalur Aia Gadang–Simpang Empat pada Selasa (10 Maret 2026) sekitar pukul 08.00 WIB.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, mobil Pajero hitam diduga dikendarai seorang tokoh masyarakat berinisial M.H, yang juga merupakan mantan Ketua Kerapatan Adat Nagari (KAN) Aia Gadang.

Bacaan Lainnya

Advertisement

Sementara mobil Avanza putih dikemudikan Ahmad Osen, seorang penyuluh agama di Kecamatan Pasaman, Kabupaten Pasaman Barat.

Menurut keterangan Ahmad Osen, sebelum kejadian ia merasa ada gelagat tidak biasa dari kendaraan Pajero yang berada di belakang mobilnya. Karena merasa curiga, ia kemudian merekam situasi tersebut menggunakan ponsel.

Dalam rekaman video yang beredar terlihat mobil Pajero berwarna hitam melaju di belakang mobil Avanza yang dikendarainya. Tidak lama kemudian terdengar suara benturan keras yang membuat mobil Avanza tersebut oleng hingga menabrak pembatas jalan di sisi kiri.
“Oto ambo dilantak dek M.H, niniak mamak Pak,” kata Ahmad Osen dalam video tersebut dengan suara bergetar.

Akibat kejadian itu, mobil Avanza milik Ahmad Osen mengalami kerusakan pada bagian bemper depan dan belakang. Sementara mobil Pajero yang diduga terlibat dalam peristiwa tersebut terlihat terus melaju meninggalkan lokasi.

Seorang warga yang melintas di lokasi saat kejadian mengatakan benturan tersebut membuat mobil Avanza langsung kehilangan kendali.
“Waktu ditabrak mobil Avanza itu langsung oleng dan menyeruduk pembatas jalan di sebelah kiri,” kata pria yang enggan disebutkan namanya.

Menurutnya, keberadaan pembatas jalan kemungkinan besar menyelamatkan kendaraan korban dari kecelakaan yang lebih fatal.

“Kalau tidak ada pembatas jalan itu, mungkin mobil korban sudah terperosok ke jurang di sebelah kiri,” ujarnya.

Ia juga menilai situasi saat itu sangat berbahaya. Jika kendaraan korban oleng ke arah kanan, kemungkinan besar bisa bertabrakan dengan kendaraan lain yang datang dari arah berlawanan.

“Kalau mobil itu oleng ke kanan, bisa saja bertabrakan dengan pengendara dari arah berlawanan. Risikonya bisa lebih fatal,” katanya.

Fakta lain yang terungkap, dua hari sebelum kecelakaan tersebut terjadi, Ahmad Osen diketahui telah melaporkan M.H ke Polres Pasaman Barat atas dugaan penganiayaan.
Dalam laporan yang dibuat pada 8 Maret 2026, Ahmad Osen menyebut dirinya dipukul satu kali oleh terlapor hingga mengalami lebam di bagian pipi dan telinga kiri.

Rangkaian peristiwa ini kemudian memunculkan berbagai pertanyaan di tengah masyarakat, apakah kecelakaan tersebut murni insiden lalu lintas atau berkaitan dengan konflik yang sebelumnya telah masuk ranah hukum.

Diketahui pula, M.H pernah tersandung kasus hukum dan sempat dipidana terkait perkara penganiayaan terhadap anak di bawah umur pada Mei 2016.

Sementara itu, Kanit Lantas Satlantas Polres Pasaman Barat IPDA Holpi membenarkan adanya peristiwa kecelakaan tersebut.

“Iya, kejadian itu benar. Saat ini masih dalam proses penyelidikan oleh Satlantas Polres Pasaman Barat,” ujarnya saat dikonfirmasi.

Ia menegaskan pihak kepolisian masih mendalami kronologi serta penyebab kecelakaan dengan meminta keterangan dari para pihak serta saksi yang mengetahui peristiwa tersebut.

Reporter: Randi


Advertisement

Pos terkait