Prof Sutan Nasomal Menghimbau Presiden RI Harus Dapat Edukasi Ahli Otomotif Sebelum Ubah 120 Juta Motor Jadi Listrik

IMG 20260312 WA0114

JAKARTA | Go Indonesia.Id – Pakar hukum internasional Sutan Nasomal mengimbau Presiden RI Prabowo Subianto agar mendapatkan masukan dan edukasi dari tim ahli teknik mesin serta pakar kendaraan listrik sebelum melanjutkan wacana konversi sekitar 120 juta sepeda motor berbahan bakar BBM menjadi motor listrik.

Pernyataan itu disampaikan Prof. Dr. Sutan Nasomal, SH, MH, PhD saat menjawab pertanyaan sejumlah redaksi media cetak dan online di Markas Pusat Partai Koalisi Rakyat Indonesia, kawasan Cijantung, Jakarta, Selasa (11/3/2026).

Bacaan Lainnya

Advertisement

Menurutnya, pemerintah perlu mempertimbangkan berbagai aspek teknis, ekonomi, dan perlindungan konsumen sebelum mengambil keputusan besar terkait transformasi kendaraan bermotor di Indonesia.

β€œBapak Presiden harus bijak menyikapi berbagai masukan terkait wacana peralihan motor berbahan bakar BBM ke motor listrik. Perlu kajian matang dari para ahli teknik mesin dan otomotif agar kebijakan yang diambil tidak menimbulkan kerugian besar bagi negara maupun masyarakat,” ujar Nasomal.

Ia menilai masih terdapat sejumlah tantangan dalam penggunaan kendaraan listrik, terutama terkait daya tahan baterai, jarak tempuh, serta keterbatasan infrastruktur pengisian daya di berbagai daerah.

Nasomal juga menyoroti kondisi geografis Indonesia yang memiliki banyak wilayah dengan kontur pegunungan. Menurutnya, kendaraan yang digunakan masyarakat harus memiliki ketahanan dan tenaga yang memadai untuk berbagai medan jalan.

β€œSekitar 40 persen jalan di Indonesia berada di wilayah perbukitan atau pegunungan. Kendaraan yang digunakan masyarakat harus benar-benar kuat di berbagai kondisi jalan,” katanya.

Selain itu, ia menilai persoalan waktu pengisian baterai dan sistem penggantian baterai juga perlu mendapat perhatian serius. Menurutnya, kualitas baterai serta potensi risiko teknis harus menjadi bagian dari kajian sebelum kebijakan konversi kendaraan dijalankan secara luas.

Nasomal juga menyinggung soal pengelolaan limbah baterai di masa depan. Ia berpendapat Indonesia perlu memiliki sistem daur ulang baterai yang baik agar tidak menimbulkan dampak lingkungan.

Sebagai pemerhati otomotif, ia menegaskan bahwa perlindungan konsumen harus menjadi prioritas dalam setiap kebijakan transportasi nasional.

β€œNegara harus memastikan masyarakat tidak dirugikan. Karena sebagian besar masyarakat Indonesia masih memiliki pendapatan di bawah UMR, sehingga keputusan untuk beralih ke kendaraan baru tentu harus benar-benar dipertimbangkan secara matang,” ujarnya.

Ia pun berharap pemerintah melibatkan lebih banyak pakar teknologi kendaraan, akademisi, serta pelaku industri dalam memberikan masukan kepada Presiden terkait rencana transformasi kendaraan listrik di Indonesia.

β€œEdukasi dari para ahli sangat penting agar kebijakan yang diambil benar-benar tepat dan memberikan manfaat bagi masyarakat luas,” tutupnya.

Narasumber: Prof. Dr. Sutan Nasomal, SH, MH, PhD – Pakar Hukum Pidana Internasional dan Presiden Partai Koalisi Rakyat Indonesia.

REDAKSI


Advertisement

Pos terkait