JAKARTA | Go Indonesia.Id – Tim penyidik pada Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (JAM Pidsus) menetapkan satu orang tersangka dalam kasus dugaan korupsi pengelolaan pertambangan batu bara di Kabupaten Murung Raya, Kalimantan Tengah.
Tersangka berinisial ST diketahui merupakan beneficial owner PT Asmin Koalindo Tuhup (PT AKT). Penetapan tersangka dilakukan pada Jumat (27/3/2026) setelah penyidik mengantongi alat bukti yang cukup.
Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejaksaan Agung (Kejagung), Anang Supriatna, menyampaikan bahwa proses penyidikan dilakukan melalui pemeriksaan saksi serta penggeledahan di sejumlah wilayah, yakni DKI Jakarta, Jawa Barat, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Tengah.
“Seluruh proses dilakukan secara profesional, akuntabel, serta tetap menjunjung tinggi asas praduga tidak bersalah,” ujarnya dalam keterangan resmi, Sabtu (28/3/2026)
Menurut Anang, dalam perkara ini, ST diduga tetap menjalankan aktivitas pertambangan batu bara meskipun izin operasional perusahaan telah dihentikan pemerintah.
“Berdasarkan hasil penyidikan, Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batu Bara (PKP2B) PT AKT telah diakhiri melalui Keputusan Menteri ESDM Nomor 3714 K/30/MEM/2017 pada 19 Oktober 2017. Namun demikian, perusahaan diduga tetap melakukan kegiatan penambangan dan penjualan batu bara hingga tahun 2025,” jelasnya.
Anang menambah, Penyidik menilai aktivitas tersebut dilakukan secara melawan hukum karena menggunakan dokumen perizinan yang tidak sah. Dalam praktiknya, ST juga diduga bekerja sama dengan pihak penyelenggara negara yang memiliki kewenangan pengawasan di sektor pertambangan.
Akibat perbuatan tersebut, negara diduga mengalami kerugian, meskipun jumlah pastinya masih dalam proses penghitungan oleh tim auditor.
Atas perbuatannya, ST disangkakan melanggar sejumlah pasal terkait tindak pidana korupsi dan ketentuan dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) yang baru.
“Saat ini, tersangka telah ditahan selama 20 hari ke depan di Rumah Tahanan Salemba Cabang Kejaksaan Agung guna kepentingan penyidikan lebih lanjut,” tutup Anang.red







