BINTAN | Go Indonesia.id β Hingga saat ini Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSJKO Simpang Busung yang dibanjir puluhan pasien dengan keluhan yang sama, yakni masalah sakit di area perut yang mengakibatkan mencret-mencret dan bahkan muntah hingga pagi ini, sekira pukul 08.00 WIB tercatat sebanyak 74 orang pasien. Hal ini disampaikan Direktur RSJKO, EHD, dr. Asep Guntur Sapari, MARS, melalui Deny Robbi Manel, Wakil Direktur Pelayanan Medik,, RSJKO EHD (13/04/2026) siang.
Asep Guntur juga menyampaikan, dari 74 pasien ini dilakukan observasi, jika sudah stabil kondisinya, baru boleh pulang ke rumah masing-masing.
Hingga pagi ini beberapa informasi juga didapat di lapangan baik melalui chattingan beberapa masyarakat juga menyampaikan bahwa mereka juga mengalami hal yang sama, namun memilih tidak pergi ke rumah sakit, dan hanya sekedar membeli obat di apotek.
Menurut narasumber yang namanya tidak mau dipublikasikan mengatakan bahwa pasien mulai berdatangan, sekira pukul 03.00 WIB subuh pada hari Minggu 12 April 2026.
βNamun ia merasa heran, kenapa semakin tinggi hari siang bahkan sampai ke malam) semakin ramai pasien yang datang berobat, dengan keluhan yang sama,β ucapnya.
βSiapalah manusia yang tega melakukan ini,β ketusnya.
βIni sudah dapat dikatakan Kejadian Luar Biasa (KLB), namun penetapan status KLB ini ada diranah Pemerintah.
Saat dikonfirmasi kepada Retno, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bintan terkait dengan situasi ini, apakah kejadian ini, sudah ada penetapan status kejadian luar biasa atau tidak.
Retno menjawab nanti ya sedang rapat.
Sepanjang penelusuran, kejadian ini juga sudah ramai dibicarakan dan hangat di bahas di grup-grup WA dan juga di tempat umum.
Reporter: Suprin Pulungan







