TPU Kavling Bagan Nyaris Penuh, Warga Kritik Pemerintah Abaikan Kebutuhan Dasar

IMG 20260521 WA0007

BATAM | Go Indonesia.id– Ancaman krisis lahan pemakaman mulai menghantui warga Kecamatan Sungai Beduk, Kota Batam. Tempat Pemakaman Umum (TPU) Kavling Bagan di Kelurahan Tanjung Piayu diperkirakan akan penuh dalam 4 hingga 5 tahun ke depan, namun hingga kini belum terlihat langkah konkret dari pemerintah.
Dengan luas lahan hanya sekitar 2 hektare, TPU Kavling Bagan dinilai tidak lagi memadai untuk menampung kebutuhan pemakaman warga yang terus meningkat. Ironisnya, di tengah pesatnya pembangunan di Kota Batam, persoalan lahan pemakaman justru terkesan terabaikan.
Data tahun 2026 mencatat jumlah penduduk Kecamatan Sungai Beduk mencapai sekitar 111.257 jiwa. Kelurahan Tanjung Piayu menjadi wilayah dengan populasi terbesar, yakni sekitar 40.000 jiwa, disusul Mangsang 38.000 jiwa, Duriangkang 20.000 jiwa, dan Muka Kuning sekitar 13.000 jiwa

Lonjakan jumlah penduduk tersebut seharusnya diiringi dengan perencanaan fasilitas publik yang memadai, termasuk lahan pemakaman.

Bacaan Lainnya

Advertisement

Namun kenyataannya, hingga saat ini belum ada kejelasan terkait rencana perluasan TPU di wilayah tersebut.

Warga pun mulai angkat suara dan mempertanyakan prioritas pembangunan yang dilakukan pemerintah.

Mereka menilai, perhatian pemerintah lebih banyak terserap pada pengembangan sektor bisnis dan investasi dibanding kebutuhan dasar masyarakat.

β€œJangan pengusaha saja yang terus diberikan lahan untuk dibangun. Kami juga butuh lahan untuk tempat peristirahatan terakhir,” ujar salah seorang warga Kavling Bagan kepada awak media.

Warga menyebut, masih terdapat potensi lahan di sekitar TPU Kavling Bagan yang bisa dikembangkan hingga sekitar 2 hektare tambahan.

Namun tanpa kebijakan dan keberpihakan dari pemerintah, potensi tersebut dikhawatirkan tidak akan pernah terealisasi.

Kondisi ini memunculkan pertanyaan serius terhadap peran BP Batam dan Pemerintah Kota Batam dalam memastikan keseimbangan pembangunan.

Jika dibiarkan, krisis lahan pemakaman bukan tidak mungkin akan menjadi masalah sosial baru di tengah masyarakat.

Warga berharap pemerintah tidak menunggu hingga kondisi benar-benar darurat, melainkan segera mengambil langkah nyata untuk memperluas lahan TPU demi memenuhi kebutuhan masyarakat yang terus bertambah.
Reporter: Bobi


Advertisement

Pos terkait