Dalam Keterangan Pers Udin Pelor Ketua Umum Satgas PMI Bergerak Cepat Evakuasi Korban dari Kamboja

IMG 20260521 WA0006 1

BATAM | Go Indonesia.id_Ketua Umum Satgas PMI Bhakti Tuah Madani, Udin Pelor, dalam keterangan persnya pada kamis (21/5/2026), menegaskan bahwa pihaknya telah turun langsung mendampingi proses pemulangan Reza Suryadi Marbun dari Kamboja hingga ke Indonesia.

Satgas PMI langsung membawa kasus tersebut ke Kantor BP3MI Kepulauan Riau sebagai langkah awal penanganan resmi.

Bacaan Lainnya

Advertisement

β€œSetibanya nanti di tanah air, kami langsung mendampingi dan melaporkan ke BP3MI Kepri agar kasus ini ditangani secara menyeluruh dan tidak berhenti di pemulangan saja,” tegas Udin Pelor.

Namun di balik proses pemulangan tersebut, muncul pertanyaan serius terkait lambannya penanganan dan kompleksnya jalur koordinasi lintas negara.

Udin mengungkapkan bahwa pihaknya bahkan harus menurunkan anggota Satgas untuk mendampingi langsung keluarga korban, demi mempercepat proses pemulangan dari Kamboja.

β€œKami tidak tinggal diam. Anggota kami turun langsung mendampingi keluarga, karena kalau hanya menunggu, prosesnya bisa berlarut-larut,” ujarnya.

Dalam penanganan kasus ini, Satgas PMI Bhakti Tuah Madani mengaku telah melakukan koordinasi dengan berbagai pihak, mulai dari Kedutaan Besar Republik Indonesia di Kamboja, pihak imigrasi, hingga BP3MI.

Meski demikian, fakta bahwa Satgas non-pemerintah harus bergerak cepat menutupi celah koordinasi memunculkan kritik tersendiri terhadap sistem perlindungan PMI.

Pengamat menilai, kasus ini kembali membuka realita bahwa masih banyak PMI yang berangkat secara non-prosedural atau terjebak dalam jaringan kerja ilegal di luar negeri, khususnya di negara-negara rawan seperti Kamboja.

Jika tidak ada penguatan sistem pengawasan dan perlindungan sejak awal, kasus serupa dikhawatirkan akan terus berulang.

Satgas PMI Bhakti Tuah Madani menegaskan komitmennya untuk terus mengawal kasus ini hingga tuntas, termasuk memastikan hak-hak korban terpenuhi dan tidak ada lagi PMI yang menjadi korban berikutnya.

Reporter : Aziz Nasution


Advertisement

Pos terkait