βSIKKA ,LELA | Go Indonesia.id _Di tengah perkembangan zaman yang semakin modern, seorang ibu rumah tangga berinisial HC dari Dusun Ragaregong, Desa Du, Kecamatan Lela, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur tetap setia menjalankan tradisi menenun sarung khas daerah sebagai bagian dari upaya menjaga warisan budaya leluhur.
β
βBagi Ibu HC, menenun bukan sekadar pekerjaan untuk memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga, tetapi juga menjadi bentuk kecintaan terhadap budaya Sikka yang telah diwariskan secara turun-temurun dalam keluarganya. Aktivitas tersebut telah menjadi bagian penting dalam kehidupan sehari-hari dan terus dipertahankan hingga saat ini.
β
βIbu HC memilih pekerjaan menenun karena dapat dilakukan di rumah dengan waktu yang fleksibel sehingga tetap memungkinkan dirinya menjalankan peran sebagai ibu rumah tangga. Melalui ketekunan dan keterampilannya, ia terus menghasilkan kain tenun yang memiliki nilai budaya tinggi.
β
ββHasil tenunan ini bukan hanya untuk dijual, tetapi juga sebagai ungkapan cinta saya terhadap budaya Sikka,β ujar Ibu HC. Ia juga menambahkan bahwa dirinya merasa bangga mengenakan kain tenunan hasil buatannya sendiri sebagai simbol penghormatan terhadap warisan budaya daerah.
β
βKetekunan Ibu HC menjadi contoh nyata bahwa pelestarian budaya dapat dimulai dari aktivitas sederhana yang dilakukan secara konsisten dalam lingkungan keluarga. Semangat tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa tradisi lokal masih memiliki tempat penting di tengah arus modernisasi.
β
βMelalui upaya yang dilakukan Ibu HC, tradisi menenun sarung khas Sikka diharapkan dapat terus hidup dan diwariskan kepada generasi berikutnya sebagai identitas budaya daerah yang bernilai tinggi.
Reporter: Konstantin







