SIKKA,LEPOLIMA | Go Indonesia.id-Seorang mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Nusa Nipa membuktikan bahwa kesibukan kuliah bukan halangan untuk membangun usaha mandiri. Di tengah padatnya aktivitas akademik, mahasiswa bernama Edo memilih membuka usaha ternak ayam sebagai sumber penghasilan tambahan.(20/5/26).
Usaha ternak ayam tersebut mulai dirintis sejak awal tahun 2025 dengan memanfaatkan lahan kosong milik keluarganya di Nara, Desa Lepolima, Kecamatan Alok Timur, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur. Berbekal semangat mandiri dan keinginan membantu memenuhi kebutuhan kuliah serta kebutuhan sehari-hari, Edo memberanikan diri terjun ke dunia peternakan.
Menurut Edo, usaha ternak ayam memiliki peluang yang cukup menjanjikan karena permintaan pasar terhadap ayam konsumsi terus meningkat di masyarakat. Selain itu, usaha tersebut dinilai fleksibel untuk dijalankan mahasiswa karena modal awal dapat disesuaikan dengan kemampuan.
βSaya memilih menjalankan usaha ini karena profitnya sangat besar, sekaligus mengisi waktu kosong selain kuliah juga,β ujar Edo saat ditemui di lokasi kandang ternaknya, Minggu (10/5/2026).
Kandang ayam miliknya dibangun di lahan kosong dekat rumah agar lebih mudah dipantau setiap hari. Selain strategis, lokasi tersebut juga membantu menghemat biaya operasional, terutama biaya sewa tempat usaha. Saat ini, Edo memelihara puluhan hingga ratusan ekor ayam yang dirawat secara rutin setiap hari.
Di tengah kesibukan sebagai mahasiswa, Edo tetap disiplin membagi waktu antara perkuliahan dan usaha ternaknya. Setiap pagi sebelum berangkat kuliah, ia terlebih dahulu memberi pakan, membersihkan kandang, serta memastikan kondisi ayam tetap sehat. Setelah aktivitas kampus selesai, ia kembali melanjutkan pekerjaannya di kandang hingga malam hari.
Di tengah kesibukan sebagai mahasiswa, Edo tetap disiplin membagi waktu antara perkuliahan dan usaha ternaknya. Setiap pagi sebelum berangkat kuliah, ia terlebih dahulu memberi pakan, membersihkan kandang, serta memastikan kondisi ayam tetap sehat. Setelah aktivitas kampus selesai, ia kembali melanjutkan pekerjaannya di kandang hingga malam hari.
βIni kan tidak harus dijaga 24 jam, jadi saya bisa bagi waktu untuk menjaga dan ada juga jam-jamnya,β jelasnya.
Namun perjalanan usahanya tidak selalu berjalan mulus. Edo mengaku sempat menghadapi berbagai tantangan, mulai dari keterbatasan modal, naiknya harga pakan ternak, hingga risiko ayam terserang penyakit. Meski demikian, hal tersebut tidak membuatnya menyerah.
Ia terus belajar secara mandiri dan mencari informasi mengenai cara beternak ayam yang baik agar usahanya tetap berkembang.
Bagi Edo, pengalaman menjalankan usaha sejak masih kuliah memberikan banyak pelajaran berharga, terutama tentang tanggung jawab, kedisiplinan, dan manajemen waktu. Ia berharap usahanya dapat berkembang lebih besar di masa depan bahkan mampu membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat sekitar.
Tak hanya fokus mengembangkan usahanya, Edo juga memberikan motivasi kepada mahasiswa lain agar berani memulai usaha sejak dini dan tidak hanya bergantung pada kiriman orang tua.
βKita harus membaca kondisi pasar hari ini, dengan melihat usaha apa yang cocok saat kuliah,β tuturnya.
Kisah Edo menjadi bukti bahwa generasi muda mampu berinovasi dan menciptakan peluang ekonomi sendiri. Semangat berwirausaha di tengah dunia pendidikan seperti ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya untuk lebih mandiri, kreatif, dan produktif.
Rep: Des Naitili






