KEPRI,BATAM | Go Indonesia.id_ Pernyataan pejabat Menlu Sugiono yang menyebut penangkapan WNI dalam misi kemanusiaan bukan sebagai penculikan atau penyanderaan menuai kritik keras,kamis (21/5/26).
Wakil Ketua Ikatan Wartawan Online Indonesia (IWOI) Kepulauan Riau, Abdul Azis Nasution, menilai sikap tersebut mencerminkan lemahnya empati negara terhadap rakyatnya sendiri.
Dalam pernyataannya di Batam Kota , Abdul Azis menegaskan bahwa publik tidak membutuhkan penjelasan normatif yang kering, melainkan keberpihakan nyata dari negara.
βJangan reduksi persoalan serius ini hanya menjadi permainan istilah. Mau disebut intersepsi, penahanan, atau apapun, faktanya WNI kita ditangkap saat membawa misi kemanusiaan. Di mana empati negara?β tegasnya.
Ia menilai, narasi yang dibangun oleh pejabat justru berpotensi melemahkan posisi Indonesia dalam memperjuangkan keselamatan warganya di forum internasional.
βKalau sejak awal sudah dibingkai seolah ini hal biasa secara hukum, lalu di mana posisi tawar kita? Negara seharusnya berdiri paling depan, bukan justru terdengar seperti memahami tindakan pihak yang menangkap,β lanjut Abdul Azis.
Lebih jauh, ia menyoroti bahwa pendekatan yang terlalu legalistik tanpa sentuhan kemanusiaan dapat melukai rasa keadilan publik.
Menurutnya, negara tidak boleh kehilangan sensitivitas saat berhadapan dengan situasi yang menyangkut keselamatan warga.
βIni bukan sekadar teks hukum internasional. Ini soal nyawa, soal kemanusiaan, dan soal harga diri bangsa. Kalau negara dingin, rakyat akan bertanya: untuk siapa negara ini berdiri?β ujarnya dengan nada tajam.
Abdul Azis mendesak pemerintah untuk segera mengambil langkah konkret, bukan sekadar klarifikasi.
Diplomasi tegas dan terbuka terhadap pihak yang melakukan penangkapan
Jaminan perlindungan penuh bagi WNI yang ditahan
Seharusnya pernyataan resmi yang berempati dan berpihak kepada rakyat
βNegara tidak boleh hanya hadir dalam bentuk pernyataan normatif. Negara harus hadir dengan keberanian. Jika tidak, kepercayaan publik akan terus terkikis,β tegasnya.
Kasus ini menjadi ujian serius bagi pemerintah dalam menunjukkan komitmennya melindungi WNI di luar negeri.
Di tengah sorotan publik, suara-suara kritis seperti yang disampaikan Abdul Azis Nasution menjadi pengingat bahwa dalam setiap krisis, rakyat menunggu bukan hanya penjelasan tetapi juga keberpihakan.
Redaksi







