Menanggapi Surat Terbuka kepada Wali Kota, Daeng Bahar: Mari Jaga Etika Demokrasi dan Jangan Terpancing Provokasi

IMG 20260710 WA0470

TANJUNGPINANG | Go Indonesia.Id _Mantan Sekretaris Tim Pemenangan Lis-Raja, Daeng Bahar, mengajak seluruh masyarakat untuk menyikapi beredarnya surat terbuka yang ditujukan kepada Wali Kota Tanjungpinang, Lis Darmansyah, secara bijaksana dan proporsional. Menurutnya, kritik terhadap pemerintah merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan demokrasi.

Namun, kritik juga harus disampaikan secara objektif, berdasarkan fakta, serta memahami kondisi nyata yang sedang dihadapi pemerintah daerah.(10/7/26).

Bacaan Lainnya

Advertisement

“Saya menghormati setiap kritik yang disampaikan kepada pemerintah. Bahkan Pak Wali Kota sendiri telah memberikan penjelasan secara terbuka mengenai berbagai persoalan yang menjadi perhatian masyarakat. Itu menunjukkan bahwa pemerintah tidak anti kritik dan siap memberikan penjelasan kepada publik,” ujar Daeng Bahar.

Menurutnya, salah satu isu yang menjadi perhatian dalam surat terbuka tersebut adalah belum dilaksanakannya pelantikan pejabat definitif di lingkungan Pemerintah Kota Tanjungpinang. Namun, persoalan tersebut tidak dapat dilihat secara sederhana karena berkaitan erat dengan proses perubahan Struktur Organisasi dan Tata Kerja (SOTK) yang harus melalui mekanisme hukum yang panjang.

Ia menilai langkah Wali Kota memilih menunggu seluruh proses hukum selesai merupakan bentuk kehati-hatian dalam penyelenggaraan pemerintahan serta upaya menghindari pemborosan waktu, tenaga dan anggaran.

Di sisi lain, Daeng Bahar juga mengingatkan agar masyarakat tidak mudah terpengaruh oleh narasi yang berkembang di media sosial tanpa melihat data dan kronologi secara utuh. Menurutnya, perbedaan pendapat adalah hal yang biasa, tetapi jangan sampai dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu untuk membangun opini yang justru memperkeruh suasana.

Secara khusus, Daeng Bahar meminta seluruh tim pemenangan, relawan, simpatisan, maupun pendukung Lis-Raja agar tetap menahan diri dan tidak terpancing oleh berbagai manuver yang berkembang di media sosial.

“Saya mengimbau seluruh sahabat perjuangan, tim pemenangan, relawan, dan para pendukung Lis-Raja agar tetap tenang. Jangan terpancing untuk saling menyerang atau memperkeruh keadaan. Saya melihat ada indikasi pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab sengaja menciptakan manuver politik, membangun narasi tertentu, bahkan memainkan pola playing victim untuk menggiring opini publik. Cara-cara seperti ini justru tidak memberikan pendidikan politik yang baik kepada masyarakat,” tegasnya.

Menurut Daeng Bahar, seluruh pendukung sebaiknya menjawab setiap kritik dan opini dengan sikap yang santun, argumentasi yang berbasis data, serta menghormati ruang demokrasi.

Ia juga mengajak masyarakat melihat capaian pembangunan secara menyeluruh. Di tengah tekanan fiskal nasional akibat kebijakan efisiensi anggaran, Pemerintah Kota Tanjungpinang masih mampu menjaga stabilitas penyelenggaraan pemerintahan, pelayanan publik tetap berjalan, serta terus melakukan pembenahan tata kelola birokrasi dan penguatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Berdasarkan data BPS, ekonomi Kota Tanjungpinang pada Triwulan I Tahun 2026 masih mampu tumbuh sebesar 5,23 persen secara tahunan. Ini menunjukkan bahwa aktivitas ekonomi daerah tetap bergerak meskipun ruang fiskal pemerintah sedang menghadapi tantangan yang cukup berat. Tentu masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan, tetapi proses pembenahan itu sedang berjalan,” katanya.

Daeng Bahar menegaskan bahwa kepemimpinan seorang kepala daerah tidak dapat dinilai hanya dari isu yang sedang ramai diperbincangkan di media sosial, melainkan harus dilihat dari kemampuan menghadapi tantangan, menjaga stabilitas pemerintahan, menyelesaikan persoalan yang diwarisi, serta menghasilkan kebijakan yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Perbedaan pandangan adalah bagian dari demokrasi. Namun mari kita kedepankan etika, saling menghormati, dan tidak mudah terprovokasi oleh narasi yang sengaja dibangun untuk memecah belah. Pada akhirnya masyarakat akan menilai berdasarkan kerja nyata, bukan semata-mata berdasarkan opini yang berkembang di media sosial,” tutup Daeng Bahar.

Reporter JEBAT


Advertisement

Pos terkait