BATAM | Go Indonesia.id – Perjalanan laut selama kurang lebih 28 jam menggunakan KM Kelud pada rute Batam–Belawan menjadi pengalaman yang berkesan bagi awak media. Selain menikmati pelayaran yang nyaman, pelayanan ramah dari seluruh kru kapal hingga manajemen PT Pelni turut menjadi nilai lebih yang dirasakan sepanjang perjalanan.
Perjalanan dimulai pada Minggu (19/7/2026) dari Pelabuhan Pelni Bintang 99 Batu Ampar, Batam. Sejak proses pencetakan tiket hingga boarding pass, suasana terminal terlihat tertib. Petugas PT Pelni Cabang Batam bersama personel TNI AL dan Polri sigap memberikan arahan kepada para calon penumpang sehingga proses keberangkatan berlangsung lancar.
Setelah memasuki kapal sekitar pukul 10.45 WIB, awak media memperoleh sambutan hangat dari petugas PT Pelni, Iwan, yang dengan ramah membantu menunjukkan fasilitas di atas kapal. Tak lama kemudian, Kepala Cabang PT Pelni Batam, Duta, memberikan izin kepada awak media untuk meliput pelayaran KM Kelud yang dinakhodai Capt. Alamsyah Halauwet.
Di ruang pertemuan Dek 7, Capt. Alamsyah bersama Duta menerima awak media secara kekeluargaan. Sikap terbuka dan rendah hati yang ditunjukkan keduanya memberikan kesan positif terhadap pelayanan PT Pelni kepada masyarakat maupun insan pers.
Saat berbincang di anjungan kapal, Capt. Alamsyah mengungkapkan dirinya telah mengabdikan lebih dari 30 tahun sebagai pelaut dan dipercaya menjadi nahkoda PT Pelni pada usia 48 tahun. Baginya, pelayanan kepada penumpang menjadi prioritas utama.
“Jangan pernah membentak orang bila kita tidak ingin dibentak. Selalulah berbuat baik agar kita mendapat yang terbaik,” ujar Capt. Alamsyah, yang dikenal dekat dengan kru maupun penumpang.
Sepanjang pelayaran, awak media melihat langsung bagaimana standar pelayanan di KM Kelud diterapkan. Kebersihan fasilitas umum, terutama toilet, terus dipantau secara berkala oleh petugas. Menurut Capt. Alamsyah, seluruh kru bekerja dengan sistem pergantian shift setiap empat jam agar pelayanan tetap optimal.
KM Kelud juga sempat singgah di Pelabuhan Tanjung Balai Karimun untuk menurunkan dan menaikkan penumpang sebelum kembali melanjutkan pelayaran menuju Belawan.
Suasana malam di atas kapal terasa hidup. Cafetaria di Dek 7 menjadi tempat favorit penumpang untuk bersantai sambil menikmati kopi dan suasana laut. Sementara itu, hiburan musik organ tunggal di Dek 6 menjadi daya tarik tersendiri. Penumpang bahkan diberi kesempatan menunjukkan bakat menyanyi, menciptakan suasana akrab dan penuh kebersamaan.
Keesokan harinya, beberapa penumpang mengaku puas dengan pelayanan yang diberikan. Sidabutar (32), yang telah dua kali menggunakan KM Kelud, menyampaikan apresiasinya atas kenyamanan selama perjalanan.
Hal senada disampaikan Boru Siregar. Ia mengaku tidak menyangka kapal penumpang milik PT Pelni memiliki fasilitas yang begitu baik dengan harga tiket sekitar Rp300 ribuan untuk rute Batam–Belawan.
“Makanannya enak, fasilitasnya bersih, bahkan ada hiburan musik gratis. Sangat puas,” ungkapnya.
Menjelang sore, sekitar pukul 14.30 WIB, petugas pandu naik ke kapal sebagai tanda KM Kelud segera memasuki Pelabuhan Bandar Deli Belawan. Tepat pukul 15.30 WIB, kapal akhirnya bersandar dengan selamat setelah menempuh pelayaran sekitar 28 jam.
Perjalanan ini menjadi bukti bahwa transportasi laut tidak hanya menawarkan perjalanan antarpulau, tetapi juga pengalaman yang nyaman melalui pelayanan yang humanis, fasilitas yang memadai, serta komitmen kru kapal dalam memberikan pelayanan terbaik kepada setiap penumpang.
Reporter: D.S. Lubis







