TPNPB Keluarkan Ancaman terhadap Karyawan Freeport yang Disebut Ikut Komcad

IMG 20261008 WA0102

PAPUA | Go Indonesia.id — Manajemen Markas Pusat Komando Nasional Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (KOMNAS TPNPB) mengeluarkan pernyataan bernada ancaman terhadap karyawan PT Freeport McMoRan yang disebut mengikuti pelatihan Komponen Cadangan (Komcad) TNI di Rindam XVII/Cenderawasih.

Pernyataan tersebut disampaikan melalui siaran pers yang dikeluarkan pada Rabu, 7 Oktober 2026, dan disebut ditandatangani oleh sejumlah pimpinan TPNPB-OPM serta disampaikan oleh Sebby Sambom selaku juru bicara.

Bacaan Lainnya

Advertisement

Dalam siaran pers tersebut, TPNPB menyebut terdapat 196 karyawan PT Freeport McMoRan yang mengikuti pelatihan militer di Rindam XVII/Cenderawasih. Mereka disebut menjalani pelatihan mulai 6 Oktober hingga 4 Desember 2026.

TPNPB kemudian menyatakan telah menginstruksikan pasukannya di sejumlah wilayah Papua untuk melakukan penembakan terhadap karyawan Freeport yang disebut terlibat dalam program Komcad apabila ditemukan.

Pernyataan tersebut juga memuat permintaan kepada Kodam XVII/Cenderawasih dan Kementerian Pertahanan RI untuk mengumumkan identitas peserta Komcad yang disebut berjumlah 196 orang. TPNPB menyatakan permintaan itu diperlukan agar tidak terjadi kesalahan dalam mengidentifikasi peserta Komcad.

Namun, apabila identitas peserta tidak diumumkan, TPNPB dalam siaran persnya menyatakan akan menganggap seluruh karyawan PT Freeport McMoRan yang berada di kawasan Tembagapura sebagai sasaran.

Selain itu, TPNPB menyerukan kepada masyarakat sipil agar tidak memberikan rumah maupun tempat kos kepada karyawan PT Freeport McMoRan di wilayah Tembagapura dan Timika.

Klaim dan Ancaman Belum Terverifikasi

Pernyataan mengenai jumlah 196 karyawan, status mereka sebagai peserta Komcad, serta tudingan bahwa karyawan Freeport terlibat sebagai agen intelijen merupakan klaim yang disampaikan TPNPB dalam siaran pers tersebut.

Hingga berita ini ditulis, belum terdapat keterangan resmi dari Kodam XVII/Cenderawasih, Kementerian Pertahanan RI, maupun PT Freeport McMoRan yang dapat mengonfirmasi secara independen seluruh klaim tersebut.

Go Indonesia.id juga tidak menempatkan ancaman penembakan yang disampaikan dalam siaran pers tersebut sebagai fakta yang telah terjadi. Pernyataan itu merupakan sikap dan ancaman yang diklaim berasal dari Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB.

Dalam siaran pers tersebut, TPNPB juga kembali menyampaikan pandangannya mengenai keberadaan PT Freeport McMoRan di Papua dan menuding perusahaan tersebut berkaitan dengan persoalan pengelolaan sumber daya alam Papua. Tuduhan tersebut belum mendapat konfirmasi dari pihak perusahaan dalam materi yang diterima redaksi.

Siaran pers itu disebut mencantumkan nama Jenderal Goliath Tabuni sebagai Panglima Tinggi TPNPB-OPM, Letnan Jenderal Melkisedek Awom sebagai Wakil Panglima, Mayor Jenderal Terianus Satto sebagai Kepala Staf Umum, serta Mayor Jenderal Lekagak Telenggen sebagai Komandan Operasi Umum.

Redaksi tetap membuka ruang konfirmasi dan hak jawab bagi PT Freeport McMoRan, Kodam XVII/Cenderawasih, Kementerian Pertahanan RI, maupun pihak terkait lainnya untuk memberikan penjelasan mengenai informasi tersebut.

Agustinus Selegani |Jurnalis Papua Go Indonesia

Sumber | Juru bicara TPNPB-OPM seby sambo


Advertisement

Pos terkait