TANJAB BARAT | Go Indonesia.Id – Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Kecamatan Tungkal Ulu menggelar Festival Hari Santri Nasional 2026 di Pondok Pesantren Sholeh Al-Mubarok, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Provinsi Jambi. Berlangsung pada 16β22 Oktober 2026, kegiatan ini tidak sekadar menjadi ajang perlombaan, tetapi juga memperkuat pendidikan, nilai keagamaan, persaudaraan, dan kepedulian sosial di kalangan generasi muda.
Festival yang diikuti peserta dari berbagai kecamatan di Kabupaten Tanjung Jabung Barat tersebut menghadirkan sejumlah perlombaan keagamaan dan pendidikan. Di antaranya, lomba Hadrah yang diikuti 10 tim, Qasidah Rebana sebanyak 15 tim, serta Paduan Suara dengan 17 tim peserta.
Di bidang pendidikan, panitia menyelenggarakan lomba Cerdas Cermat tingkat SD/MI sederajat dan SMP/MTs sederajat. Masing-masing kategori diikuti 12 tim peserta.
Berbagai perlombaan ini menjadi wadah bagi santri dan pelajar untuk menunjukkan kemampuan, mengasah kreativitas, meningkatkan kepercayaan diri, serta menanamkan kedisiplinan dan sportivitas. Kehadiran peserta dari berbagai kecamatan juga memperkuat silaturahmi dan membuka ruang pertukaran pengalaman antarlembaga pendidikan.
Rangkaian perlombaan Festival Hari Santri Nasional 2026 resmi ditutup pada Rabu malam, 21 Oktober 2026, oleh Ketua DPRD Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Hamdani, di Pondok Pesantren Sholeh Al-Mubarok.
Penutupan tersebut dirangkai dengan penyerahan hadiah kepada para pemenang sebagai bentuk apresiasi atas prestasi dan partisipasi mereka selama mengikuti perlombaan.
Festival ini diharapkan tidak hanya melahirkan persaingan untuk meraih juara, tetapi juga menumbuhkan semangat belajar, persaudaraan, dan kemauan untuk terus berkembang. Peserta yang belum meraih kemenangan pun diharapkan tetap termotivasi untuk meningkatkan kemampuan dan kembali berkompetisi pada kesempatan berikutnya.
Rangkaian peringatan Hari Santri Nasional ke-81 berlanjut pada Kamis, 22 Oktober 2026, dengan agenda upacara peringatan Hari Santri Nasional. Panitia juga menjadwalkan kegiatan sosial berupa sunatan massal dan donor darah.
Kegiatan sosial tersebut menjadi bentuk nyata kepedulian terhadap masyarakat. Sunatan massal diharapkan membantu keluarga yang membutuhkan, sementara donor darah menjadi wujud solidaritas kemanusiaan untuk mendukung ketersediaan darah bagi pasien yang memerlukan.
Perpaduan kegiatan keagamaan, pendidikan, dan sosial ini menunjukkan bahwa peringatan Hari Santri tidak semata-mata berorientasi pada seremoni, melainkan juga diarahkan untuk menghadirkan manfaat bagi masyarakat.
Penyelenggaraan festival ini menjadi momentum memperkuat sinergi antara organisasi keagamaan, lembaga pendidikan, pemerintah daerah, dan masyarakat.
Dukungan MWC NU Kecamatan Tungkal Ulu, Yayasan Pondok Pesantren Sholeh Al-Mubarok, panitia pelaksana, tenaga pendidik, serta berbagai pihak yang terlibat menjadi bagian penting dalam penyelenggaraan kegiatan tersebut.
Ke depan, festival ini diharapkan tidak berhenti sebagai agenda tahunan, tetapi berkembang menjadi sarana pembinaan karakter, penguatan nilai keagamaan, pelestarian tradisi, dan peningkatan kepedulian sosial bagi generasi muda di Kabupaten Tanjung Jabung Barat.
Kolaborasi berkelanjutan antarlembaga juga diperlukan agar kegiatan serupa mampu memberikan dampak nyata, terutama dalam membentuk generasi yang berilmu, berakhlak, menjunjung persatuan, dan aktif berkontribusi bagi masyarakat.
Peringatan Hari Santri Nasional setiap 22 Oktober merupakan momentum untuk mengenang peran ulama dan santri dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Salah satu peristiwa bersejarah yang melatarbelakanginya adalah Resolusi Jihad yang dicetuskan KH Hasyim Asyβari pada 22 Oktober 1945.
Semangat perjuangan tersebut diharapkan terus hidup melalui pendidikan, penguasaan ilmu pengetahuan, pembentukan karakter, serta keterlibatan aktif dalam kehidupan sosial dan pembangunan bangsa.
Melalui Festival Hari Santri Nasional 2026, MWC NU Kecamatan Tungkal Ulu diharapkan terus mendorong lahirnya generasi muda yang tidak hanya unggul dalam pengetahuan dan keterampilan, tetapi juga memiliki akhlak mulia, semangat kebangsaan, serta kepedulian terhadap sesama.
Festival yang dipusatkan di Pondok Pesantren Sholeh Al-Mubarok ini menjadi salah satu upaya memperkuat nilai keislaman, kebangsaan, dan kemanusiaan di Kecamatan Tungkal Ulu, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Provinsi Jambi.
Iskandar
Korwil Sumatra







