BULELENG | Go Indonesia.Id – Kebakaran kembali melanda kawasan perbukitan di Desa Pemuteran, Kecamatan Gerokgak, Kabupaten Buleleng, Bali, yang dapat diakses melalui Jalan Arjuna. Peristiwa ini memicu kekhawatiran warga karena kebakaran serupa hampir selalu terjadi setiap musim kemarau.
Diduga, kebakaran dipicu oleh kondisi cuaca yang sangat panas disertai angin kencang yang memang kerap melanda wilayah Desa Pemuteran. Ranting-ranting serta rerumputan kering yang mudah terbakar diduga menjadi bahan bakar utama sehingga api dengan cepat menjalar di kawasan perbukitan yang jarang dikunjungi warga.
Salah seorang warga sekaligus pemandu wisata bahari, Wayan Sudiasta, mengatakan kebakaran bukit di sepanjang Desa Pemuteran bukanlah kejadian baru. Menurutnya, peristiwa tersebut selalu menimbulkan rasa cemas bagi masyarakat yang tinggal di kaki bukit.
“Saya sangat prihatin dengan kejadian ini. Namun saya tidak bisa ikut membantu memadamkan api karena sedang mendampingi tamu wisata yang tidak bisa saya tinggalkan,” ujarnya.
Meski demikian, Wayan menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh warga, aparat kepolisian, TNI, serta pihak-pihak yang telah bekerja keras memadamkan api dan mencegah kebakaran meluas.
Di lokasi kejadian, puluhan personel gabungan dari Polsek Gerokgak, Polsek Pelabuhan Celukan Bawang, dan Koramil Gerokgak tampak berjibaku memadamkan api secara manual. Dengan medan perbukitan yang terjal dan cuaca yang terik, petugas melakukan pemadaman sekaligus membuat sekat-sekat agar kobaran api tidak menyebar ke area yang lebih luas.
Asap pekat terlihat membumbung sejak pagi hari. Beberapa jam kemudian kembali muncul kepulan asap dari titik lain yang mengindikasikan masih adanya bara api. Berkat kerja keras aparat gabungan bersama masyarakat, seluruh titik api akhirnya berhasil dipadamkan sekitar pukul 14.15 Wita.
Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya langkah antisipasi menghadapi musim kemarau. Masyarakat berharap pemerintah bersama instansi terkait dapat membentuk kelompok relawan atau pemerhati kawasan rawan kebakaran di Desa Pemuteran agar setiap kemunculan titik api dapat dideteksi dan ditangani lebih cepat, terlebih saat kunjungan wisatawan ke kawasan tersebut mulai meningkat.
Reporter: Kadek






