Strategi Menghindari Deteksi Drone Thermal; Pakaian Berlapis, Persembunyian di dalam Tanah dan Goa

1b 356 e1791632834577

PAPUA | Go Indonesia.id-Operasi ke markas dan pasukan TPNPB di Papua kini semakin mengandalkan teknologi pengawasan modern. Badan Intelijen Negara (BIN) bersama TNI dilaporkan mengoperasikan drone thermal (pencitra termal) di Papua, khususnya untuk mendeteksi pergerakan kelompok TPNPB Kodap IV Sorong Raya serta wilayah-wilayah yang sering diakses oleh pasukan.

Penggunaan teknologi canggih ini terbukti berdampak signifikan dalam operasi di lapangan. Pada tanggal 3 Oktober 2026, pemantauan melalui drone thermal membantu TNI mendeteksi keberadaan kelompok tersebut, yang mengakibatkan gugurnya dua anggota TPNPB, yaitu Arso Aisnak dan Yohanes Ky. Operasi pencarian dan pemantauan menggunakan drone ini terus berlanjut hingga tanggal 9 Oktober 2026.

Bacaan Lainnya

Advertisement

Kelanjutan operasi tersebut berhasil melacak titik koordinat serta markas TPNPB yang berada di bawah pimpinan Letkol Manfred Fatem, Yasias Fatem, dan Anton Fatem. Operasi di kawasan Kampung Kamat, Distrik Aifat Timur, Kabupaten Maybrat ini akhirnya berujung pada gugurnya 3 anggota TPNPB.

Rincian Teknologi Drone Thermal

Fungsi Utama: Mendeteksi pancaran panas tubuh manusia atau objek tertentu, sehingga sangat efektif digunakan untuk memantau pergerakan target di area bervegetasi lebat, hutan, maupun pada malam hari/kondisi minim cahaya.

Peran dalam Operasi: Digunakan oleh BIN dengan dukungan TNI untuk menembus kamuflase medan Papua, melacak posisi persembunyian, serta menemukan titik koordinat markas kelompok bersenjata.

Dampak Taktis: Mempercepat identifikasi posisi musuh dari jarak jauh tanpa harus mengerahkan pasukan secara langsung ke area berbahaya, sehingga meminimalisir risiko bagi aparat sekaligus meningkatkan efektivitas penyergapan.

Secara teknis, drone thermal (pencitra termal) standar bekerja dengan cara mendeteksi radiasi inframerah atau perbedaan suhu panas tubuh manusia terhadap latar belakang lingkungan sekitarnya (seperti vegetasi hutan atau tanah).

Pencitraan Suhu Tubuh (Thermal Signature): Drone thermal* pada umumnya mendeteksi panas tubuh secara keseluruhan (suhu kulit dan pakaian), bukan mendeteksi organ atau denyut jantung secara langsung dari udara. Suhu tubuh manusia yang berada di kisaran 36–37°C akan kontras dengan suhu alam sekitar, sehingga mudah terlihat di dalam hutan yang lebat atau dalam kondisi gelap gulita.

Teknologi Pendeteksi Tanda Kehidupan Lainnya: Dalam bidang pertahanan dan intelijen tingkat lanjut, selain thermal, terdapat sensor atau teknologi khusus (seperti laser vibrometry atau gelombang mikro tertentu) yang dirancang untuk mendeteksi mikrogelombang atau getaran kecil pada permukaan tubuh akibat denyut jantung dan pernapasan.

Aplikasi Taktis di Lapangan: Kombinasi pemantauan panas tubuh (thermal) dan analisis tanda-tanda kehidupan memungkinkan posko taktis untuk melacak keberadaan target, pergerakan kelompok, atau posisi istirahat mereka di balik vegetasi atau tenda tersembunyi secara akurat.

Kamera termal pada drone mendeteksi radiasi inframerah (panas) yang dipancarkan oleh objek atau tubuh makhluk hidup. Untuk menghindari atau meminimalkan deteksi oleh drone termal, prinsip utamanya adalah mengurangi, menyamarkan, atau menghalangi pancaran panas agar tidak kontras dengan lingkungan sekitar.

Berikut adalah metode umum yang digunakan untuk mengurangi deteksi termal:

1. Menggunakan Material Insulasi dan Penghalang

# Selimut Darurat (Emergency Blanket / Mylar Blanket): Bahan mylar atau aluminium foil tipis sangat efektif memantulkan radiasi panas tubuh kembali ke dalam dan mencegahnya terbaca oleh sensor termal di bagian luar.

# Pakaian Berlapis: Mengenakan pakaian tebal atau berlapis membantu menahan panas tubuh agar tidak langsung memancar keluar ke permukaan pakaian terluar.

2. Memanfaatkan Lingkungan (Cover & Concealment)

# Vegetasi Lebat: Bersembunyi di bawah kanopi pohon yang lebat atau semak-semak tebal dapat memecah atau menyerap pancaran panas tubuh sehingga sulit dibedakan dari suhu lingkungan.

# Struktur Buatan / Medan:** Berada di balik dinding semen yang tebal, batu besar, atau masuk ke dalam gua/struktur tanah. Tanah dan batuan memiliki massa termal yang dapat menyamarkan suhu tubuh Anda dengan suhu sekitar.

3. Pengelolaan Aktivitas Fisik

# Mengurangi Aktivitas Berat: Aktivitas fisik yang tinggi (seperti berlari) meningkatkan suhu tubuh dan metabolisme, membuat tanda panas (heat signature) jauh lebih kontras di kamera termal.

# Menunggu Penyesuaian Suhu: Pada waktu tertentu seperti senja atau dini hari (thermal crossover), suhu benda-benda di sekitar (tanah, batuan, vegetasi) memiliki suhu yang hampir sama dengan tubuh manusia, sehingga kontras termal menjadi paling rendah.

Catatan:

Efektivitas metode di atas sangat bergantung pada resolusi kamera termal drone, kondisi cuaca, serta suhu latar belakang (background) di sekitar area tersebut.

Agustinus selegani / Jurnalis Kaperwil media goindonesia wilayah intan jaya provinsi Papua Tengah
Sumber / David mandes Admin TPNPB News


Advertisement

Pos terkait