JAMBI | Go Indonesia.Id – Gelombang ketidakpuasan publik terhadap penegakan hukum di Jambi memuncak. Puluhan aktivis yang tergabung dalam LSM Formapek turun ke jalan, Senin (04/05/2026), mendesak aparat kepolisian bertindak tegas memburu Asri alias Asri Bungo, buronan (DPO) kasus minyak ilegal yang telah menghilang sejak 2023.
Aksi berlangsung di bawah pengawalan ketat aparat. Dalam orasinya, Ketua Umum Formapek, Barnianto, yang juga menjabat Wakil Ketua Umum Forkom Provinsi Jambi, melontarkan kritik tajam terhadap lambannya penanganan kasus tersebut.
βAlung yang melarikan diri dari ruang penyidik saja bisa diringkus kembali. Lantas mengapa Asri, yang sudah menyandang status DPO selama bertahun-tahun, seolah tak tersentuh hukum? Publik bertanya-tanya, kekuatan apa di balik sosok ini sehingga ia masih leluasa menjalankan aktivitas ilegalnya?β tegas Barnianto.
Pernyataan itu mencerminkan keresahan yang berkembang di tengah masyarakat. Formapek menilai terdapat stagnansi yang tidak wajar dalam proses penegakan hukum terhadap kasus tersebut.
Dalam tuntutannya, Formapek secara tegas meminta:
1. Evaluasi menyeluruh terhadap kinerja Unit Tipidter (Tindak Pidana Tertentu) Krimsus Polres Muaro Jambi.
2. Pencopotan oknum aparat yang dinilai tidak kompeten atau berpotensi menghambat proses hukum, demi menjaga integritas institusi Polri.
Menurut mereka, langkah konkret diperlukan untuk memulihkan kepercayaan publik yang mulai tergerus.
Aksi ini juga diwarnai ultimatum keras kepada Kapolda Jambi dan Kapolres Muaro Jambi. Formapek menegaskan, jika tidak ada perkembangan signifikan dalam waktu dekat, mereka siap membawa persoalan ini ke tingkat nasional.
βJika Polda Jambi dan Polres Muaro Jambi merasa tidak sanggup meringkus Asri Bungo, katakan dengan jujur. Jangan memaksakan diri jika memang ada hambatan yang tidak bisa ditembus,β ujar Barnianto.
Tak hanya itu, Formapek mengaku tengah menyiapkan langkah lanjutan, termasuk menyurati Mabes Polri dan menggelar aksi demonstrasi besar di Jakarta. Tujuannya, meminta Kapolri turun tangan langsung mengambil alih kasus tersebut.
Kini sorotan tertuju pada Polda Jambi. Kasus ini tidak lagi sekadar soal penangkapan buronan, melainkan ujian nyata terhadap kredibilitas penegakan hukum di daerah.
Jika dalam waktu dekat tidak ada langkah tegas, isu ini berpotensi meluas ke tingkat nasional dan menjadi catatan serius bagi kinerja aparat di Jambi. Sebaliknya, keberhasilan menangkap Asri Bungo akan menjadi jawaban atas keraguan publik yang kian menguat.
REDAKSI






