Hari Keenam Dua Warga Hilang di Sungai Landak, Bupati dan Kapolres Turun Langsung; Desakan Evaluasi Keselamatan Sungai Menguat

IMG 20260526 WA0344

TANJAB BARAT  | Go Indonesia.Id — Enam hari setelah dua warga dilaporkan hilang di kawasan Sungai Landak, Desa Sungai Landak, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Provinsi Jambi, operasi pencarian masih berlangsung tanpa hasil.

Di tengah derasnya arus sungai dan cuaca yang terus berubah, tragedi ini mulai memantik perhatian publik lebih luas hingga memunculkan sorotan terhadap sistem keselamatan aktivitas di jalur perairan daerah.

Bacaan Lainnya

Advertisement

Pada Senin (25/05/2026), Bupati Tanjung Jabung Barat Anwar Sadat bersama Kapolres Tanjab Barat M. Kuswicaksono turun langsung meninjau lokasi pencarian menggunakan jalur sungai.

Kehadiran dua pimpinan daerah tersebut menunjukkan bahwa musibah ini tidak lagi dipandang sebagai insiden biasa, melainkan persoalan kemanusiaan yang membutuhkan penanganan serius dan lintas sektor.

Di lokasi pencarian, tim gabungan terlihat masih berjibaku menyisir sejumlah titik yang diduga menjadi lintasan arus korban.

Kondisi air yang keruh, kedalaman sungai yang berubah-ubah, serta arus bawah yang cukup kuat menjadi hambatan utama dalam proses evakuasi.

Tim pencari harus bergerak perlahan dengan pola penyisiran bertahap demi menghindari risiko baru terhadap personel di lapangan.

Sejumlah petugas bahkan mengaku kondisi medan di Sungai Landak tergolong berat karena minimnya jarak pandang di bawah permukaan air.

Informasi yang dihimpun
Goindonesia.id menyebutkan, operasi pencarian melibatkan Basarnas, Polri, pemerintah daerah, relawan, pihak perusahaan, hingga masyarakat sekitar yang terus bertahan membantu pencarian sejak hari pertama kejadian.
Solidaritas warga terlihat kuat.

Di tengah keterbatasan alat dan kondisi alam yang tidak bersahabat, masyarakat setempat tetap turun ke sungai menggunakan perahu kecil untuk membantu penyisiran di beberapa titik rawan.
“Kalau arus sedang besar, apa pun bisa cepat terbawa jauh.

Itu sebabnya pencarian sangat sulit dilakukan,” ujar seorang warga yang ikut membantu proses pencarian.

Musibah ini kini tidak hanya menyisakan duka bagi keluarga korban, tetapi juga memunculkan pertanyaan besar mengenai aspek keselamatan aktivitas masyarakat di kawasan perairan yang selama ini menjadi jalur transportasi dan sumber penghidupan warga.

Sejumlah tokoh masyarakat meminta pemerintah daerah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem mitigasi kecelakaan sungai, termasuk kesiapan alat keselamatan, pengawasan aktivitas perairan, hingga edukasi kepada masyarakat yang beraktivitas di sungai.

Sorotan juga mulai mengarah pada pentingnya sistem respons cepat dalam penanganan kecelakaan perairan di daerah-daerah yang memiliki karakter sungai ekstrem seperti di wilayah pesisir dan rawa Tanjung Jabung Barat.

Dalam keterangannya di lokasi, Bupati Tanjung Jabung Barat menegaskan pemerintah daerah tidak akan lepas tangan terhadap proses pencarian dua korban hilang tersebut.
“Kami bersama seluruh unsur terkait terus berupaya semaksimal mungkin melakukan pencarian terhadap korban.

Ini menjadi perhatian serius pemerintah daerah,” tegas Anwar Sadat.

Anwar Sadat juga memastikan bahwa berakhirnya masa tanggap darurat Basarnas secara administratif tidak otomatis menghentikan proses pencarian di lapangan.
“Walaupun masa tanggap darurat Basarnas berakhir besok, pencarian tidak otomatis dihentikan.

Jika ada informasi, tanda-tanda, atau laporan dari masyarakat, tim akan kembali turun melakukan pencarian,” ujarnya.

Pernyataan tersebut sedikit memberi harapan bagi keluarga korban yang hingga kini masih bertahan di posko pencarian sambil menunggu kabar terbaru dari tim gabungan.
Suasana haru masih menyelimuti kawasan posko.

Tangis keluarga pecah setiap kali tim pencari kembali dari sungai tanpa membawa hasil.

Sejumlah warga tampak terus berdatangan untuk memberikan dukungan moril kepada keluarga maupun petugas yang berjaga siang dan malam.

Di sisi lain, Kapolres Tanjab Barat menegaskan pihak kepolisian tetap siaga dalam membantu proses pencarian serta pengamanan di lokasi.

Menurut Kapolres, koordinasi lintas instansi menjadi faktor penting agar operasi pencarian berjalan efektif dan tidak menimbulkan risiko tambahan bagi personel.
“Kami terus memperkuat koordinasi bersama seluruh unsur terkait agar pencarian berjalan aman dan maksimal,” ujar M. Kuswicaksono.

Dalam peninjauan tersebut, rombongan turut berdialog langsung dengan personel gabungan guna mengetahui perkembangan terbaru serta hambatan teknis yang dihadapi di lapangan.

Turut hadir dalam kegiatan itu jajaran Polres Tanjung Jabung Barat, Basarnas, Kepala Dinas Perikanan, Plh Kepala Dinas PUPR, serta sejumlah pejabat daerah lainnya.

Rombongan diketahui berangkat menuju lokasi pencarian sekitar pukul 13.30 WIB melalui jalur perairan dan kembali tiba di Pelabuhan Lasdap Kuala Tungkal sekitar pukul 17.30 WIB.
Hingga berita ini diterbitkan, kedua korban masih belum ditemukan.

Tim gabungan terus memperluas area penyisiran dengan harapan kondisi cuaca membaik sehingga proses pencarian dapat dilakukan lebih maksimal.

Tragedi Sungai Landak kini menjadi alarm keras bagi pemerintah daerah dan seluruh pihak terkait bahwa keselamatan aktivitas di jalur sungai tidak bisa lagi dipandang sebelah mata.

Di wilayah yang sebagian besar masyarakatnya menggantungkan hidup pada akses perairan, sistem mitigasi dan keselamatan dinilai harus menjadi prioritas utama sebelum musibah serupa kembali terjadi.

Jurnalis: Apriandi


Advertisement

Pos terkait