JAKARTA | Go Indonesia.Id- Kementerian Pariwisata (Kemenpar) mengoptimalkan kolaborasi lintas kementerian dan lembaga dalam membangun komunikasi publik yang terpadu guna mendukung pariwisata nasional yang berkualitas dan berkelanjutan melalui penyelenggaraan Forum Tematik Badan Koordinasi Hubungan Masyarakat (Bakohumas) sektor pariwisata.
Staf Ahli Menteri Bidang Manajemen Krisis Kementerian Pariwisata, Fadjar Hutomo, saat membuka Forum Tematik Bakohumas di Balairung Soesilo Soedarman, Jakarta, Selasa (3/11/2026), mengatakan paradigma pembangunan pariwisata nasional telah mengalami transformasi mendasar menuju pariwisata yang berkualitas dan berkelanjutan.
“Target pariwisata nasional tidak lagi semata-mata berfokus pada kuantitas atau jumlah kunjungan wisatawan, melainkan berorientasi pada proses penciptaan nilai (_value creation_) yang berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat,” kata Fadjar Hutomo.
Menurutnya, transformasi tersebut membutuhkan dukungan lintas lembaga untuk mencapai berbagai target strategis pariwisata nasional, termasuk menyelaraskan informasi kebijakan publik agar dapat dipahami masyarakat secara utuh.
Kementerian Pariwisata sebelumnya telah merilis Indonesia Tourism Outlook 2026/2027 yang menyajikan proyeksi perkembangan pariwisata nasional. Melalui analisis data, tren, dan perspektif para ahli, publikasi tersebut mengulas berbagai isu strategis yang diperkirakan membentuk lanskap dan arah pariwisata Indonesia pada 2027.
Indonesia Tourism Outlook 2026/2027 tidak hanya memotret kondisi pariwisata terkini, tetapi juga mengidentifikasi peluang, tantangan, dan prioritas strategis yang perlu menjadi perhatian dalam pembangunan pariwisata Indonesia ke depan.
Publikasi tersebut diharapkan menjadi acuan dan bahan pertimbangan bagi seluruh pemangku kepentingan, mulai dari kementerian/lembaga, pemerintah daerah, akademisi, media massa, hingga masyarakat dalam merumuskan kebijakan serta langkah kolaboratif yang lebih terarah.
“Melalui sosialisasi dan pemanfaatan data Outlook ini, insan humas pemerintah diharapkan dapat memperkuat diseminasi informasi yang transparan dan adaptif terhadap perilaku media sosial masyarakat, sekaligus membangun kesiapsiagaan komunikasi krisis demi menjaga reputasi pariwisata Indonesia di mata dunia,” kata Fadjar.
Staf Ahli Bidang Komunikasi dan Media Massa Kementerian Komunikasi dan Digital, Molly Prabawati, mengatakan perkembangan konektivitas dan digitalisasi telah meningkatkan ekspektasi publik terhadap kemudahan mobilitas, transaksi nontunai, serta akses informasi yang transparan. Kondisi tersebut menuntut kesiapan infrastruktur digital di seluruh destinasi pariwisata.
Di sisi lain, kecepatan arus informasi di ruang digital meningkatkan kerentanan terhadap krisis reputasi. Persoalan sekecil apa pun, baik terkait kenyamanan, tarif, maupun kelestarian lingkungan, dapat berdampak langsung terhadap citra destinasi pariwisata nasional.
“Di sinilah letak peran krusial kita bersama. Pariwisata yang tangguh tidak hanya dibangun oleh keelokan alam dan fasilitas fisik semata, melainkan harus dirawat dan diperkuat oleh kepercayaan (_trust_) dan narasi publik yang solid,” ujarnya.
Dalam forum tersebut, Molly menyampaikan tiga fokus strategi komunikasi bagi seluruh insan humas pemerintah.
Pertama, membangun komunikasi pariwisata yang terintegrasi melalui kolaborasi Bakohumas. Sektor perhubungan, imigrasi, penegakan hukum, kebudayaan, hingga pemerintah daerah perlu menyampaikan pesan yang selaras bahwa Indonesia merupakan destinasi yang aman, tertib, ramah, dan siap menyambut wisatawan dunia.
Kedua, meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi disinformasi dan berbagai isu yang berpotensi merugikan reputasi pariwisata Indonesia.
“Humas pemerintah harus responsif, mengedepankan data yang akurat serta sigap meredam sentimen negatif agar kepastian bagi wisatawan tetap terjaga,” kata Molly.
Ketiga, menghadirkan komunikasi publik yang lebih humanis dengan mengangkat cerita autentik masyarakat lokal. Menurut Molly, narasi yang dekat dengan kehidupan masyarakat memiliki daya sentuh lebih kuat dibandingkan sekadar penyampaian angka statistik.
“Kepercayaan publik tidak lahir dari kata-kata, melainkan dari kebenaran yang disampaikan secara tulus dan konsisten. Humas pemerintah bukan sekadar penyampai berita, melainkan pembangunan jembatan kepercayaan antara negara dan masyarakatnya. Tantangan pariwisata 2026–2027 menuntut kita adaptif, kolaboratif, dan melangkah dalam satu irama. Semoga forum tematik Bakohumas hari ini dapat melahirkan gagasan konkret, memperkuat sinergi antarlembaga, serta memberi kontribusi bagi pariwisata Indonesia,” ujar Molly.
Forum Tematik Bakohumas kali ini mengusung tema “Indonesia Tourism Outlook 2026/2027: Strategi Komunikasi Menjawab Dinamika Sektor Pariwisata” dan diikuti 110 peserta yang merupakan insan humas dari berbagai kementerian/lembaga.
Kegiatan tersebut juga menghadirkan Deputi Bidang Sumber Daya dan Kelembagaan Kementerian Pariwisata, Martini M. Paham, yang memaparkan secara mendalam Indonesia Tourism Outlook 2026/2027, serta praktisi komunikasi publik Dilla Amran yang membahas strategi pengemasan konten komunikasi publik.
Plt. Kepala Biro Komunikasi Kementerian Pariwisata, Jemmy Alexander, berharap forum tersebut memberikan pemahaman komprehensif mengenai kondisi terkini, proyeksi, dan tren pariwisata nasional berdasarkan dokumen Indonesia Tourism Outlook 2026/2027.
“Melalui pemahaman yang selaras, diharapkan jajaran Humas Kementerian/Lembaga dapat memperkuat kolaborasi dalam membangun narasi tunggal guna merespons dinamika sektor pariwisata secara terintegrasi,” kata Jemmy.
Rania/ Jurnalis Go Indonesia
Sumber/Biro Komunikasi
Kementerian Pariwisata
_Klik, follow dan subscribe website & medsos kami👇🏻_
*Website* https://kemenpar.go.id/
*Instagram* @kemenpar.ri
*Twitter/X* @KemenPariwisata
*Tiktok* @kemenpariwisata
*Facebook* Kementerian Pariwisata RI
*Youtube* Kementerian Pariwisata




