BINTAN | Go Indonesia.id _ Kondisi Jembatan Sei Lepan di Kampung Lepan Desa Kuala Sempang, Kecamatan Seri Kuala Lobam, Kabupaten Bintan, kembali menjadi perhatian masyarakat. Jembatan yang merupakan akses penghubung antarwilayah tersebut kini mengalami kerusakan, sehingga warga terpaksa melakukan perbaikan dan pembangunan secara bertahap menggunakan dana swadaya masyarakat.
Jembatan Sei Lepan memiliki peran penting dalam menunjang mobilitas masyarakat karena menghubungkan Kampung Lepan, Desa Kuala Sempang, dengan Desa Busung. Akses ini tidak hanya dimanfaatkan oleh warga Kampung Lepan, tetapi juga masyarakat dari wilayah sekitar, termasuk Sungai Jeram, yang memiliki keterhubungan daratan dengan Kampung Lepan.
Keberadaan jembatan tersebut menjadi salah satu jalur penting bagi aktivitas sehari-hari masyarakat, mulai dari kegiatan ekonomi, pendidikan, hingga berbagai kebutuhan sosial dan pelayanan masyarakat.
Sebelumnya, pembangunan Jembatan Sei Lepan telah dilakukan melalui anggaran pemerintah desa dengan menggunakan konstruksi berbahan kayu dan papan. Namun, material yang digunakan memiliki keterbatasan daya tahan sehingga dalam kurun waktu sekitar dua tahun, kondisi jembatan kembali mengalami kerusakan dan membutuhkan penanganan.
Menghadapi kondisi tersebut, masyarakat Kampung Lepan berinisiatif melakukan perbaikan dan pembangunan jembatan secara bertahap melalui dana swadaya dan semangat gotong royong. Langkah ini dilakukan untuk mempertahankan akses penghubung yang sangat dibutuhkan masyarakat, sembari menunggu realisasi pembangunan jembatan yang lebih layak dan permanen.
Upaya masyarakat untuk mendapatkan pembangunan jembatan permanen sebenarnya telah berlangsung cukup lama. Aspirasi dan usulan pembangunan telah berulang kali disampaikan melalui forum Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang), mulai dari tingkat desa, kecamatan, hingga kabupaten.
Namun, hingga saat ini, pembangunan jembatan permanen yang diharapkan masyarakat belum terealisasi.
Salah satu tokoh masyarakat Kampung Lepan, **Aidil Fitri**, menyampaikan bahwa keberadaan Jembatan Sei Lepan merupakan kebutuhan mendasar masyarakat, mengingat fungsinya sebagai akses penghubung yang tidak hanya melayani satu kampung, tetapi juga mendukung mobilitas antarwilayah.
“Jembatan ini merupakan akses yang sangat penting bagi masyarakat, bukan hanya warga Kampung Lepan, tetapi juga masyarakat dari wilayah sekitar yang menggunakan jalur ini untuk berbagai aktivitas sehari-hari. Kondisinya saat ini cukup memprihatinkan, sementara kebutuhan masyarakat terhadap akses yang aman dan layak terus meningkat,” ujar Aidil Fitri.
Menurutnya, masyarakat selama ini telah berupaya menyampaikan aspirasi pembangunan jembatan melalui berbagai mekanisme perencanaan pembangunan pemerintah. Namun, harapan untuk mendapatkan infrastruktur jembatan permanen masih belum terwujud.
“Kami sudah berulang kali mengusulkan pembangunan jembatan ini melalui Musrenbang, baik di tingkat desa, kecamatan, maupun kabupaten. Namun, sampai sekarang belum ada realisasi pembangunan permanen. Karena jembatan ini sangat dibutuhkan, masyarakat akhirnya berinisiatif melakukan pembangunan secara bertahap dengan dana swadaya agar akses tetap bisa digunakan,” jelasnya.
Aidil menegaskan bahwa semangat gotong royong masyarakat merupakan bentuk kepedulian dan tanggung jawab bersama terhadap kebutuhan infrastruktur di lingkungan mereka. Meski demikian, pembangunan jembatan yang memenuhi standar kelayakan dan keselamatan tetap membutuhkan dukungan pemerintah serta perencanaan teknis yang memadai.
“Kami sangat berharap Pemerintah Kabupaten Bintan bersama instansi terkait dapat memberikan perhatian dan memprioritaskan pembangunan Jembatan Sei Lepan yang lebih layak dan permanen. Masyarakat tentu siap mendukung dan berpartisipasi, karena yang kami harapkan adalah akses yang aman, nyaman, dan dapat dimanfaatkan dalam jangka panjang,” tambah Aidil.
Lebih lanjut, pembangunan jembatan permanen dinilai tidak hanya akan memberikan manfaat bagi masyarakat Kampung Lepan, tetapi juga mendukung konektivitas antarwilayah, memperlancar aktivitas perekonomian, serta meningkatkan akses masyarakat terhadap pendidikan, pelayanan kesehatan, dan fasilitas publik lainnya.
Masyarakat berharap kondisi Jembatan Sei Lepan dapat menjadi perhatian bersama, khususnya dalam penyusunan prioritas pembangunan infrastruktur daerah, sehingga kebutuhan akses yang aman dan berkelanjutan dapat segera memperoleh solusi.
**Di tengah keterbatasan yang ada, semangat swadaya dan gotong royong masyarakat Kampung Lepan menjadi bukti nyata kepedulian warga dalam menjaga konektivitas wilayah. Namun, masyarakat tetap menaruh harapan besar agar pembangunan jembatan permanen dapat segera diwujudkan melalui dukungan dan sinergi pemerintah serta seluruh pihak terkait.
Suprin/ Jurnalis Go Indonesia







