DHARMASRAYA | Go Indonesia.id β Harapan masyarakat Nagari Alahan Nan Tigo untuk memiliki fasilitas umum yang lebih layak di kawasan wisata air Lubuk Malintang mulai mendapat titik terang.
Pemerintah Kabupaten Dharmasraya melalui Dinas Pekerjaan Umum (PU) memastikan pembangunan sejumlah fasilitas pendukung direncanakan masuk dalam kegiatan tahun 2026.
Pengembangan objek wisata Lubuk Malintang sebelumnya mendapat dukungan dari berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, pihak swasta hingga komunitas, termasuk komunitas off road dan Pajero Sport. Kolaborasi tersebut menjadi modal penting dalam mendorong kawasan wisata air itu agar semakin berkembang dan mampu menarik lebih banyak wisatawan.
Kepala Dinas PU Dharmasraya melalui Sekretaris Dinas, Rahmatsyah Rangkuti, menyampaikan bahwa aspirasi masyarakat terkait kebutuhan fasilitas wisata telah dibahas bersama Pemerintah Nagari Alahan Nan Tigo dan Kecamatan Asam Jujuhan.
βDalam pertemuan beberapa bulan lalu bersama Wali Nagari Alahan Nan Tigo dan Camat Asam Jujuhan, aspirasi masyarakat juga disampaikan. Masyarakat meminta gazebo dan toilet. Insyaallah tahun 2026 kita bangun fasilitas tersebut,β ujar Rahmatsyah dalam pesan resminya, Selasa (25/8/2026).
Dalam rencana kegiatan Dinas PU Kabupaten Dharmasraya tahun 2026, terdapat sejumlah paket pembangunan fasilitas umum. Salah satunya pembangunan fasilitas umum di kawasan objek wisata Nagari Alahan Nan Tigo dengan alokasi anggaran sekitar Rp100 juta per paket.
Aspirasi Masyarakat Mulai Terjawab
Wali Nagari Alahan Nan Tigo, Ismet Suhendro, menyambut baik rencana pembangunan tersebut. Menurutnya, perhatian pemerintah daerah terhadap pengembangan Lubuk Malintang merupakan bentuk nyata respons terhadap aspirasi masyarakat.
βAtas nama Pemerintah Nagari Alahan Nan Tigo, kami mengucapkan terima kasih kepada Bupati Dharmasraya dan Dinas PU yang telah merespons serta merencanakan pembangunan fasilitas pendukung wisata di Lubuk Malintang,β ujar Ismet.
Ia mengatakan, tingginya animo masyarakat untuk berkunjung ke Lubuk Malintang menjadi motivasi bagi pemerintah nagari dan pengelola untuk terus melakukan pembenahan.
Menurutnya, fasilitas dasar yang representatif sangat dibutuhkan agar wisatawan merasa nyaman selama berada di kawasan wisata.
βDengan adanya toilet, tempat ibadah dan fasilitas pendukung lainnya, wisatawan akan lebih nyaman berkunjung. Mereka juga bisa melaksanakan ibadah dengan baik selama berada di lokasi wisata,β katanya.
Saat ini, pengelola wisata telah menyediakan perahu untuk kegiatan rafting dan mulai membangun sejumlah gazebo. Namun, beberapa fasilitas masih dinilai mendesak untuk segera dilengkapi, seperti toilet, ruang ganti, mushalla dan fasilitas pendukung lainnya.
Dorong Ekonomi Masyarakat
Sementara itu, Camat Asam Jujuhan Mashuri Thaib menilai pengembangan wisata Lubuk Malintang tidak hanya berkaitan dengan peningkatan daya tarik kawasan, tetapi juga berpotensi memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar.
βPengembangan objek wisata dan penambahan fasilitas akan memberikan kenyamanan bagi masyarakat maupun wisatawan yang berkunjung. Di sisi lain, ini juga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat setempat,β ujarnya.
Ia berharap pembangunan fasilitas umum dapat dilakukan secara bertahap dan terintegrasi, sehingga kawasan Lubuk Malintang memiliki sarana yang semakin lengkap, mulai dari toilet, rumah ibadah, ruang ganti pakaian hingga area parkir yang memadai.
Dengan dukungan pemerintah daerah, pemerintah nagari, masyarakat, pelaku usaha dan komunitas, Lubuk Malintang diharapkan tidak sekadar menjadi objek wisata air, tetapi berkembang menjadi salah satu destinasi unggulan yang mampu menggerakkan perekonomian masyarakat Nagari Alahan Nan Tigo dan Kecamatan Asam Jujuhan.
Amat/Jurnalis Go Indonesia






