INTAN JAYA | Go Indonesia.id— Operasi pengamanan yang dilakukan pasukan gabungan di wilayah Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah, dilaporkan berlangsung di kawasan Unabundoga, Kampung Danggomba, Distrik Hitadipa. Dalam operasi tersebut, sejumlah orang dilaporkan menjadi korban akibat kontak senjata.
Berdasarkan informasi awal yang diterima di lapangan, anggota Satgas 315 melakukan penyergapan terhadap sejumlah orang yang diduga merupakan anggota Organisasi Papua Merdeka (OPM) dan berada di salah satu honai di wilayah tersebut.
Dalam kejadian itu, empat orang dilaporkan menjadi korban. Satu orang yang disebut sebagai anggota OPM dilaporkan meninggal dunia, sementara tiga lainnya disebut sebagai masyarakat.
Keempat korban tersebut masing-masing:
1. Hermanus Hogajau, yang disebut sebagai anggota OPM, dilaporkan tertembak dan meninggal dunia.
2. Malobega Hogajau, warga masyarakat, dilaporkan meninggal dunia.
3. Aguni Hogajau, warga masyarakat, dilaporkan mengalami luka tembak di bagian dada dan masih dalam kondisi bernapas berdasarkan informasi awal.
4. Ebelon Hogajau, warga masyarakat, dilaporkan masih hidup dan telah dibawa oleh anggota yang berada di lokasi.
Barang Bukti yang Diamankan
Dalam operasi tersebut, aparat dilaporkan mengamankan sejumlah barang yang diduga berkaitan dengan kelompok bersenjata. Salah satu barang yang disebut berhasil diamankan adalah satu pucuk senjata AK-47, yang menurut informasi lapangan merupakan senjata yang sebelumnya dilaporkan hilang dan kemudian dikuasai oleh kelompok OPM.
Dalam informasi lain mengenai operasi gabungan di kawasan Kampung Done Mbalogo, disebutkan bahwa aparat juga menemukan sejumlah barang bukti berupa senjata, amunisi, perlengkapan komunikasi, dokumen, serta perlengkapan lainnya.
Salah satu barang yang disebut berhasil direbut kembali adalah satu pucuk senapan serbu SS2.V4 dengan nomor seri BD CS 015671. Senjata tersebut disebut-sebut merupakan senjata milik almarhum Pratu Anggi, personel Satgas 712 yang sebelumnya gugur dalam sebuah insiden.
Selain itu, barang-barang yang dilaporkan diamankan antara lain:
– Satu unit optik Trijicon dan satu buah teleskop;
– Satu magazen SS2;
– Sekitar 50 butir amunisi kaliber 5,56 mm;
– Lima busur panah;
– Enam parang;
– Tiga pisau;
– Satu buku rekening Bank Papua atas nama Herman Hogajau, Cabang Sugapa;
– Tujuh unit telepon genggam, terdiri dari empat perangkat Android dan tiga telepon seluler Nokia;
– Tujuh buah noken;
– Perlengkapan medis darurat;
– Sejumlah peralatan pertukangan dan perlengkapan lainnya.
Dorongan untuk Mediasi dan Perlindungan Masyarakat
Sejumlah informasi mengenai kejadian tersebut masih memerlukan verifikasi lebih lanjut dari pihak-pihak terkait, terutama mengenai kronologi lengkap, identitas korban, serta kondisi terakhir para korban yang masih hidup.
Mengingat adanya laporan mengenai korban dari kalangan masyarakat, tim di lapangan diharapkan dapat mengedepankan komunikasi dan mediasi antara kedua belah pihak, serta memastikan keselamatan warga sipil dan memberikan akses pertolongan medis bagi korban yang membutuhkan.
Situasi keamanan di wilayah Kampung Danggomba, Distrik Hitadipa, dan kawasan sekitarnya dilaporkan masih dipantau oleh aparat gabungan. Perkembangan lebih lanjut mengenai operasi dan kondisi masyarakat di lokasi masih menunggu keterangan resmi dari pihak berwenang.
jurnalis Agustinus selegani
KAPERWIL media goindonesia.id






