Perayaan Rahina Tumpek Uye atau Tumpek Kandang Digelar Serentak di Seluruh Bali

0ab 46

TABANAN | Go Indonesia.id – Perayaan Rahina Tumpek Uye atau Tumpek Kandang digelar serentak di seluruh kabupaten/kota di Bali, Sabtu (5/9/2026). Untuk tingkat Provinsi Bali, perayaan dipusatkan di Pura Luhur Batukau, Kabupaten Tabanan.

Gubernur Bali Wayan Koster menghadiri langsung rangkaian perayaan tersebut bersama Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya, Wakil Bupati Tabanan I Made Dirga, Sekda Provinsi Bali Dewa Made Indra, Sekda Kabupaten Tabanan I Gede Susila, jajaran perangkat daerah, serta masyarakat.

Bacaan Lainnya

Advertisement

Rangkaian kegiatan dimulai dengan pemberian pakan ikan di kolam Beji Pura Luhur Batukau. Koster bersama rombongan kemudian melepas ratusan burung titiran ke alam bebas.

Setelah itu, rombongan mengikuti persembahyangan bersama di Pura Beji dan Pura Penataran Luhur Batukau.

Usai persembahyangan, Koster bersama rombongan meninjau pelaksanaan vaksinasi rabies dan sterilisasi massal terhadap hewan penular rabies (HPR), khususnya anjing, di Banjar Wangaya Kaja, Desa Wangaya Gede, Kecamatan Penebel, Tabanan.

Vaksinasi rabies dan sterilisasi HPR juga digelar di sejumlah titik di masing-masing kabupaten/kota di Bali. Kegiatan tersebut disertai komunikasi, informasi, dan edukasi kepada masyarakat terkait bahaya rabies serta pentingnya vaksinasi terhadap HPR.

Upaya tersebut dilakukan sebagai salah satu langkah pencegahan penularan rabies sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menjaga kesehatan hewan.

Tak hanya vaksinasi, perayaan Tumpek Uye juga diisi dengan kegiatan pelestarian satwa. Ratusan tukik dilepas ke habitat alaminya di Pantai Masceti, Kabupaten Gianyar, serta Oemah Penyu di Desa Uma Anyar, Kecamatan Seririt, Kabupaten Buleleng.

Pelepasan tukik menjadi bagian dari aksi konservasi untuk menjaga keberlangsungan fauna serta keseimbangan ekosistem laut di Bali.

Tumpek Uye yang jatuh pada Sabtu Kliwon, Wuku Uye, dimaknai sebagai momentum penghormatan manusia terhadap satwa. Satwa dipandang memiliki peran penting dan memberikan manfaat bagi kehidupan manusia.

Nilai itu selaras dengan falsafah Tri Hita Karana yang menekankan tiga hubungan harmonis, yakni hubungan manusia dengan Tuhan atau Parhyangan, hubungan antarmanusia atau Pawongan, serta hubungan manusia dengan alam atau Palemahan.

Melalui perayaan yang dilaksanakan serentak di seluruh Bali, Tumpek Uye diharapkan tidak hanya menjadi ritual keagamaan, tetapi juga diwujudkan dalam tindakan nyata untuk menjaga, melindungi, dan melestarikan satwa.

Kegiatan seperti vaksinasi rabies, sterilisasi HPR, pelepasan burung, hingga pelepasan tukik menjadi bentuk implementasi nilai kearifan lokal Bali dalam menjaga keseimbangan hubungan manusia dengan alam dan seluruh makhluk hidup.

Kadek /Jurnalis Go Indonesia


Advertisement

Pos terkait