DENPASAR | Go Indonesia.id – Gubernur Bali Wayan Koster mengajak seluruh komponen masyarakat dan generasi muda Bali memperkuat persatuan serta bergotong royong menyukseskan pembangunan Bali periode 2025-2030.
Ajakan itu disampaikan Koster dalam Upacara Peringatan Hari Jadi ke-68 Provinsi Bali di Lapangan Puputan Margarana, Denpasar, Jumat (14/8/2026). Peringatan tahun ini mengusung tema “Suci Lascarya, Nusa Wijaya” yang bermakna “Tulus Ikhlas untuk Kejayaan Bali”.
Menurut Koster, Hari Jadi Provinsi Bali tidak hanya menjadi momentum mengenang sejarah berdirinya provinsi, tetapi juga ruang refleksi terhadap capaian, persoalan, dan tantangan pembangunan di tengah dinamika lokal, nasional, serta global.
“Setiap karya pengabdian dan pelayanan hendaknya dilandasi ketulusan hati, menjunjung integritas, mengutamakan kepentingan masyarakat di atas kepentingan pribadi maupun golongan, serta semangat gotong royong dan bertanggung jawab demi nindihin gumi Bali,” kata Koster.
Ia mengatakan pembangunan Bali tetap berpijak pada visi “Nangun Sat Kerthi Loka Bali melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana dalam Bali Era Baru”. Pada periode kepemimpinannya 2018-2023, berbagai capaian pembangunan dirangkum dalam 44 Tonggak Peradaban Penanda Bali Era Baru dengan orientasi menjaga keharmonisan alam, manusia, dan kebudayaan Bali.
Koster juga menyoroti lahirnya Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2023 tentang Provinsi Bali yang diundangkan pada 4 Mei 2023. Regulasi itu memberikan landasan bagi pembangunan dengan memperhatikan karakteristik Bali, termasuk adat istiadat, tradisi, seni, budaya, dan kearifan lokal.
Arah pembangunan jangka panjang Bali selanjutnya dituangkan dalam Peraturan Daerah Provinsi Bali Nomor 4 Tahun 2023 tentang Haluan Pembangunan Bali Masa Depan, 100 Tahun Bali Era Baru 2025-2125.
Koster menyebut periode 2025-2030 sebagai momentum awal pelaksanaan haluan pembangunan 100 tahun tersebut. Keberhasilan lima tahun pertama dinilai akan menjadi fondasi penting bagi keberlanjutan peradaban dan masa depan generasi Bali.
Pembangunan diarahkan melalui enam bidang prioritas, yakni adat, agama, tradisi, seni budaya dan kearifan lokal; kesehatan, pendidikan, pemuda, olahraga, jaminan sosial dan ketenagakerjaan; transformasi perekonomian melalui Ekonomi Kerthi Bali; infrastruktur dan transportasi; lingkungan, kehutanan dan energi; serta Bali Pulau Digital dan Keamanan Bali.
“Marilah kita tetap kompak, guyub, bersatu, solid, bergerak mewujudkan harapan dan optimisme masa depan Bali Era Baru,” ujar Koster.
Kadek/Jurnalis Go Indonesia






