Purwoharjo menjadi Kebanggaan Banyuwangi; CFD Alam Seluas 4 KM Melimpahkan Rezeki -500 UMKM Berkarya Ribuan Rakyat Berkunjung

1G 51 e1790691648651

BANYUWANGI | Go Indonesia.idβ€” Sebuah keajaiban lahir dari tangan kreativitas warga sendiri! Kecamatan Purwoharjo kini mencatat sejarah baru: jalur sepanjang 4 kilometer yang membelah hutan asri kawasan Perhutani menjelma menjadi Car Free Day terindah dan termeriah di Banyuwangi β€” tempat di mana udara segar, olahraga, silaturahmi, dan kemakmuran rakyat menyatu menjadi satu keindahan yang tiada duanya!

Setiap Minggu pagi, mulai pukul 06.00 hingga 09.00 WIB, jalan raya ditutup untuk kendaraan, dibuka lebar-lebar untuk harapan. Ribuan warga berdatangan β€” bukan hanya dari Banyuwangi, melainkan dari Bali, Kediri, Probolinggo, dan daerah lainnya β€” berjalan kaki, bersepeda, menikmati rimbunnya pepohonan, sembari berburu kelezatan kuliner yang disajikan langsung oleh 500 pelaku UMKM setempat. Makanan tradisional yang melegenda hingga jajanan kekinian yang digemari anak muda, semuanya ada di sini β€” bukti nyata semangat warga yang tak pernah lelah berkreasi!

Bacaan Lainnya

Advertisement

Kehadiran Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, yang turut bersepeda merasakan langsung kemeriahan kawasan viral ini, menambah kebanggaan luar biasa. “Saya sungguh bangga berada di sini. Inilah CFD teramai sekaligus terrapi yang pernah saya lihat! Terletak di tengah alam yang asri, udaranya sejuk, pemandangannya menenangkan β€” sungguh anugerah yang dikelola dengan tangan warga yang luar biasa,” ucap Ipuk dengan gembira.

Beliau menegaskan: CFD Purwoharjo bukan sekadar ajang rekreasi. “Di sini, satu tempat melahirkan tiga manfaat sekaligus: tubuh yang sehat lewat olahraga, hati yang hangat lewat silaturahmi, dan kesejahteraan yang tumbuh lewat ekonomi rakyat. Inilah wajah pembangunan yang kami impikan β€” tumbuh dari bawah, digerakkan oleh warga, untuk kemaslahatan semua,” tegasnya.

Di kesempatan bersejarah itu, Bupati juga meresmikan Pasar Jati Agung β€” rumah baru bagi para pelaku usaha yang semakin mengukuhkan posisi Purwoharjo sebagai pusat pertumbuhan ekonomi kreatif yang baru. Ipuk pun berpesan agar keindahan alam ini dijaga bersama: “Mari kita jaga kebersihan seperti kita menjaga rumah sendiri. Sampah tertata, alam terjaga, agar anak cucu kita pun dapat menikmati keindahan ini.”

Camat Purwoharjo, Sudarto Setyo Ngabdinegoro, menyampaikan rasa syukur yang mendalam. Padahal baru berjalan sejak 2 Agustus 2026, sambutan masyarakat melampaui segala harapan. “Alhamdulillah, setiap Minggu selalu penuh. Pengunjung datang dari jauh, pedagang pun semakin percaya diri. 500 UMKM kini punya panggung sendiri, dan kami berjanji akan terus menjaga keteraturan serta keindahan tempat ini,” ucapnya tulus.

Kisah keberhasilan ini terlihat nyata dari wajah-wajah pedagang yang tersenyum lebar. Seperti Khotimah, yang baru pertama kali merintis usaha berjualan lontong sayur di CFD ini. “Dulu saya belum pernah berdagang. Kini Alhamdulillah dagangan ludes setiap kali. Semoga Purwoharjo makin dikenal, rezeki makin mengalir, dan kami makin mandiri,” ucapnya penuh harap.

Purwoharjo kini bukan sekadar nama kecamatan β€” ia telah menjadi bukti nyata: ketika rakyat bergerak bersama, alam dijaga, dan kreativitas diberi ruang, maka kemakmuran akan tumbuh subur, sejajar pepohonan yang menaungi jalur kebanggaan ini.

Indah /Jurnalis Go Indonesia


Advertisement

Pos terkait