BINTAN | Go Indonesia.id _Aliansi Masyarakat Bintan bagian Utara,mendatangi kantor Bupati Bintan untuk mempertanyakan terkait limbah bahaya (B3 )di Pertamina yang menjadi perbincangan dan polimik di tenggah masyarakat tanjung uban dan LSM belum dapat kepastian.(22/4/26).
โ
โsetibanya perwakilan aliansi Masyarakat Bintan di kantor bupati bintan,yang ingin menemui sekda bintan, tetapi sekda Bintan tidak berada di tempat saat itu dan di arahkan ke asisten 1 ke Panca perwakilan kantor Bupati Bintan,pembahasan limbah berbahaya( B3) di Pertamina tanjung uban,yang selama ini menjadi momok dan pembincangan di masyarakat. terdampak limbah tersebut yang masih tersimpan di dalam kawasan Pertamina.
โ
โHumas aliansi Normansyah sekaligus ketua hulubalang bentan, mengatakan kepada awak media,hasil pertemuan dengan asisten 1 panca, humas aliansi meminta DLH kabupaten Bintan untuk hadir dan meminta tertibkan kembali,terkait limbah berbahaya pertamina tanjung uban.
โ”dalam pertemuan dengan asisten 1 itu kami meminta agar DLH turun , tertibkan, dan tinjau kembali, mengenai limbah tersebut, bukan sekedar hanya janji – janji dan Iming – iming saja, sampai saat ini belum juga ada langkah2 dar DLH ” jelas nya.
โsampai saat ini,dari pihak pemerintahan kabupaten Bintan belum ada respon mengenai limbah tersebut dan DLH Bintan tidak menanggapi keseriusan polimik masyarakat tanjung uban,seolah olah pemerintah Daerah menututup mata dan telinga.
โ
โNormansyah menambakan,
โ
โ”Sudah hampir 6 bulan pertemuan kami aliansi , dengan asisten 1 yang mewakili pemerintah kabupaten bintan tidak ada tindak lanjut yang jelas sampai saat ini , sehingga menimbulkan pertanyaan di masyarakat ”
โmenurut morman Seharusnya limbah berbahaya ( B3) ini hendaknya di tindak lanjuti oleh pihak pemerintahan kabupaten Bintan ,Dalam hal ini Dinas Lingkungan Hidup.
โBintan, untuk secepatnya turun ke lokasi Pertamina tanjung uban,dan selanjutnya mengevaluasi lebih lanjut masalah tersebut.
โ
โ
โ
โReporter: Suprin Pulungan
โ
โ







