DENPASAR | Go Indonesia.id- Wakil Ketua Umum Persatuan Wartawan Media Online Indonesia (PW MOI) sekaligus Tim Komunikasi Gubernur Bali, Muhamad Shalahuddin Jamil, S.H., mendorong kampus-kampus di Bali lebih aktif turun ke sekolah hingga desa-desa.
Dorongan itu disampaikan Shalahuddin terkait Program Beasiswa Satu Keluarga Satu Sarjana atau 1 KK 1 Sarjana yang digulirkan Pemerintah Provinsi Bali.
Shalahuddin mengatakan, perguruan tinggi tidak cukup hanya menunggu calon mahasiswa datang mendaftar. Menurutnya, kampus perlu melakukan penjaringan langsung ke SMA/SMK untuk menjelaskan informasi beasiswa, pilihan program studi, tahapan pendaftaran, hingga peluang kerja setelah lulus kuliah.
βAnak-anak muda Bali harus didorong berani melanjutkan pendidikan. Kampus perlu hadir lebih dekat ke sekolah-sekolah, karena banyak siswa sebenarnya punya potensi, tetapi belum mendapatkan informasi dan pendampingan yang cukup,β kata Shalahuddin, Senin (6/7/2026).
Ia menilai sosialisasi Program 1 KK 1 Sarjana juga tidak boleh berhenti di sekolah-sekolah perkotaan. Informasi program tersebut, kata dia, harus sampai ke tingkat desa, terutama wilayah yang akses informasinya masih terbatas.
βSebagai Wakil Ketua Umum PW MOI, kami mendorong agar sosialisasi ini sampai ke tingkat desa dan pedesaan. Banyak sekali potensi anak-anak desa yang punya harapan besar melanjutkan kuliah, tetapi terkendala biaya,β ujarnya.
Menurut Shalahuddin, banyak anak muda di desa-desa Bali memiliki kemampuan dan kemauan untuk melanjutkan pendidikan tinggi. Namun, sebagian dari mereka terkendala biaya, minim informasi, dan tidak memiliki pendampingan untuk masuk ke perguruan tinggi.
Ia berharap Program 1 KK 1 Sarjana dapat menjadi jalan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu untuk melanjutkan kuliah tanpa terbebani biaya pendidikan.
βDengan hadirnya program 1 KK 1 Sarjana ini, kami berharap biaya pendidikan gratis sampai jenjang perkuliahan benar-benar bisa dirasakan anak-anak di desa, khususnya di pelosok-pelosok desa di kabupaten yang masih berkembang di Bali,β kata Shalahuddin.
Berdasarkan data Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga Provinsi Bali, kuota Program Beasiswa Satu Keluarga Satu Sarjana pada 2026 tersedia untuk 2.500 mahasiswa.
Program ini menyasar calon mahasiswa dari keluarga kurang mampu di Bali. Penerima beasiswa dapat memperoleh pembebasan biaya pendaftaran, SPP atau UKT, uang pangkal, hingga bantuan biaya hidup selama menempuh pendidikan tinggi.
Dalam skema yang disosialisasikan, bantuan biaya hidup diberikan dengan besaran berbeda sesuai lokasi kuliah. Mahasiswa yang kuliah di Denpasar dan Badung mendapat Rp 1,4 juta per bulan, Buleleng dan Karangasem Rp 1,2 juta per bulan, sedangkan mahasiswa Universitas Terbuka mendapat Rp 750 ribu per bulan.
Saat ini, sedikitnya 29 perguruan tinggi negeri dan swasta di Bali tercatat menjadi mitra Program Beasiswa Satu Keluarga Satu Sarjana.
Shalahuddin mengatakan program tersebut membutuhkan kerja sama banyak pihak. Kampus, sekolah, pemerintah desa, media, pemerintah daerah, dan masyarakat dinilai perlu bergerak bersama agar informasi beasiswa benar-benar sampai ke keluarga yang membutuhkan.
βProgram ini bukan hanya soal membiayai kuliah, tetapi membuka jalan bagi satu keluarga untuk naik kelas melalui pendidikan. Karena itu, kampus, sekolah, pemerintah, desa, media, dan masyarakat harus bergerak bersama,β ujarnya.
Ia berharap penjaringan yang lebih aktif dapat meningkatkan jumlah pendaftar sekaligus memastikan beasiswa tepat sasaran.
Dengan begitu, kata Shalahuddin, semakin banyak anak muda Bali dari keluarga kurang mampu, termasuk dari desa-desa, bisa melanjutkan pendidikan tinggi dan memiliki bekal lebih kuat untuk memasuki dunia kerja.
Reporter : Kadek



