Partai Perindo Bali Gelar Aksi Sosial dan Bersih-Bersih di Tugu Perjuangan Patas, Buleleng: Wujud Kepedulian terhadap Sejarah dan Kemanusiaan

IMG 20260304 WA0172

BULELENG | Go Indonesia.id _Semangat sosial dan kepedulian terhadap sejarah perjuangan bangsa kembali ditunjukkan oleh Partai Perindo Bali.

Di bawah kepemimpinan Ketut Putra Ismaya Jaya atau yang akrab disapa Jro Bima, jajaran DPW Partai Perindo Bali bersama DPD Partai Perindo Buleleng melaksanakan aksi sosial dan gotong royong di Tugu Perjuangan Desa Patas, Kecamatan Gerokgak, Kabupaten Buleleng, Jumat (27/2/2026).

Bacaan Lainnya

Advertisement

Dalam kegiatan tersebut, Jro Bima yang didampingi oleh Ketua DPD Partai Perindo Buleleng Made Suparjo memimpin langsung aksi sosial yang mencakup penyerahan kursi roda, pembagian sembako, serta pembersihan area Tugu Perjuangan.

Bantuan kursi roda diserahkan kepada Dewa Made Mahayadnya (25), warga Dusun Banjar Sekar, Desa Banjar, yang mengalami kelumpuhan sejak kecil. Kursi roda juga diberikan kepada Putu Budiawan, warga Kecamatan Seririt yang mengalami patah tulang akibat kecelakaan lalu lintas.

Setelah penyerahan bantuan, kegiatan dilanjutkan dengan kerja bakti membersihkan area Tugu Perjuangan Desa Patas yang kini kondisinya memprihatinkan. “Saya baru tahu ada monumen perjuangan di Desa Patas, tapi kondisinya sangat memperihatinkan. Kami datang bukan karena politik, tapi karena panggilan hati dan rasa peduli terhadap warisan perjuangan rakyat Gerokgak,” ujar Jro Bima dengan nada tegas.

Ia menegaskan bahwa Partai Perindo hadir untuk membawa semangat kepedulian sosial dan menjaga nilai-nilai perjuangan bangsa. Di hadapan masyarakat Desa Patas, Jro Bima berkomitmen memperjuangkan agar Tugu Amartha—sebutan untuk Tugu Perjuangan Patas—dapat kembali menjadi simbol kebanggaan masyarakat Gerokgak.

Senada dengan itu, Made Suparjo menyampaikan keprihatinan atas kondisi tugu yang terbengkalai. “Jika kelak Partai Perindo memiliki wakil di DPRD, kami akan memperjuangkan agar Tugu Perjuangan ini ditata dan dijaga sebagai monumen sejarah yang membanggakan masyarakat Buleleng,” ucapnya.

Kegiatan sosial ini ditutup dengan apel penghormatan kepada para pejuang yang gugur di lokasi tersebut, dipimpin langsung oleh Jro Bima, serta pembagian sembako kepada masyarakat yang turut berpartisipasi dalam aksi bersih-bersih.

Sebagai catatan sejarah, Tugu Amartha merupakan simbol perlawanan rakyat Gerokgak terhadap agresi Belanda tahun 1948. Lokasi tugu dulunya adalah rumah milik Amat Doyot, yang dijadikan markas perjuangan rakyat. Dalam pertempuran sengit pada 13 Februari 1948, tiga pejuang gugur: Jubad (asal Desa Pengastulan), I Ketut Nadia (asal Desa Gerokgak), dan I Gusti Nyoman Mimba (asal Gerokgak). Untuk mengenang jasa mereka, masyarakat kemudian membangun Tugu Amartha pada tahun 1975.

Aksi nyata Partai Perindo di Buleleng ini bukan hanya sekadar kegiatan sosial, tetapi juga bentuk penghormatan terhadap perjuangan para pahlawan dan upaya menjaga semangat kebangsaan agar tetap hidup di tengah masyarakat.

Reporter: Kadek


Advertisement

Pos terkait