BATAM | Go Indonesia.id _ Ramainya perbincangan masyarakat terkait unggahan bernuansa provokatif yang viral di media sosial dan diduga menyerang etnis Melayu oleh akun Facebook Raja Situmorang, sejumlah tokoh masyarakat Batam memilih mengedepankan sikap sejuk dan persatuan.
Dalam suasana santai penuh keakraban, Udin Pelor selaku Panglima Gagak Hitam bersama Kande Wandi, Ketua Perpat Kota Batam, menggelar silaturahmi sambil duduk berdiskusi dan menikmati kopi di Batam, Senin (1/6/2026).
Pertemuan tersebut membahas pentingnya menjaga kondusivitas daerah serta mengajak masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang berpotensi memecah belah persatuan antar suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA).
Udin Pelor menegaskan bahwa Kota Batam merupakan rumah besar bagi seluruh masyarakat yang berasal dari berbagai latar belakang suku dan budaya.
“Batam dibangun oleh keberagaman. Melayu sebagai tuan rumah selalu menjunjung tinggi nilai persaudaraan dan keterbukaan.”
Karena itu, kami mengajak seluruh masyarakat untuk tidak terpancing oleh narasi yang dapat memecah persatuan,” ujar Udin Pelor.
Menurutnya, setiap persoalan yang muncul di ruang publik harus disikapi secara bijak dan diserahkan kepada mekanisme hukum apabila ditemukan unsur pelanggaran.
“Jangan sampai persoalan di media sosial berkembang menjadi konflik di tengah masyarakat. Mari kita kedepankan dialog, silaturahmi, dan menjaga marwah Batam sebagai kota yang aman dan damai,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Perpat Kota Batam, Kande Wandi, menilai bahwa hubungan antar etnis di Batam selama ini telah terjalin dengan baik dan harus terus dijaga bersama.
“Kita semua bersaudara. Jangan karena satu unggahan atau pernyataan yang belum tentu mewakili kelompok tertentu, kemudian menimbulkan perpecahan. Masyarakat harus lebih cerdas dalam menyaring informasi,” katanya.
Kande Wandi juga mengimbau seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat semangat persatuan dan saling menghormati di tengah keberagaman yang menjadi kekuatan Kota Batam.
Pertemuan silaturahmi kedua tokoh tersebut berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan.
Keduanya sepakat bahwa menjaga keharmonisan sosial jauh lebih penting daripada memperbesar perbedaan yang dapat merugikan masyarakat luas.
Mereka berharap seluruh warga Batam tetap menjaga persaudaraan, menahan diri dari penyebaran konten provokatif, serta bersama-sama menciptakan suasana yang aman, damai, dan kondusif demi kemajuan daerah.
Redaksi: Go Indonesia







