Pembongkaran Taman di Depan Pabrik Teh Prendjak Picu Ketegangan antara Satpol PP dan Pekerja

IMG 20260305 WA0077

TANJUNGPINANG | Go Indonesia.Id _ Pembongkaran taman yang berada di depan Pabrik Teh Prendjak di Kota Tanjungpinang oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) pada Kamis (5/3/2026) memicu ketegangan di lapangan.

Proses penertiban tersebut bahkan sempat diwarnai aksi dorong-dorongan antara petugas dan sejumlah pekerja yang berada di lokasi.

Bacaan Lainnya

Advertisement

Berdasarkan pantauan di lapangan, petugas Satpol PP datang bersama sejumlah aparat untuk melakukan pembongkaran taman yang berada tepat di depan area pabrik. Taman tersebut diduga berdiri di atas lahan yang dinilai tidak sesuai peruntukan atau melanggar ketentuan tata ruang kota.

Saat proses pembongkaran berlangsung, beberapa pekerja yang berada di sekitar lokasi tampak mempertanyakan tindakan tersebut. Mereka berusaha meminta penjelasan terkait dasar pembongkaran taman yang selama ini berada di kawasan tersebut.

Situasi sempat memanas ketika pekerja mencoba mendekati area pembongkaran. Adu argumen tak terhindarkan hingga akhirnya terjadi aksi saling dorong antara petugas Satpol PP dan sejumlah pekerja. Beruntung, ketegangan tersebut tidak berlangsung lama setelah petugas lain berupaya menenangkan kedua pihak.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Satpol PP Kota Tanjungpinang terkait alasan detail pembongkaran taman tersebut, termasuk apakah sebelumnya telah dilakukan sosialisasi atau pemberitahuan kepada pihak pabrik.

Sementara itu, sejumlah pekerja di lokasi mengaku terkejut dengan tindakan pembongkaran tersebut. Mereka berharap adanya penjelasan dari pemerintah kota terkait status lahan dan alasan penertiban yang dilakukan secara tiba-tiba.

Peristiwa ini menimbulkan pertanyaan di kalangan masyarakat sekitar mengenai transparansi proses penertiban fasilitas di ruang publik serta koordinasi antara pemerintah daerah dan pihak perusahaan yang beroperasi di kawasan tersebut.

Pihak terkait diharapkan segera memberikan klarifikasi agar polemik yang terjadi tidak berkembang menjadi konflik berkepanjangan di tengah masyarakat.

Reporter: Edy


Advertisement

Pos terkait