Pertumbuhan Ekonomi 5,65%! Banyuwangi Cetak Rekor Tertinggi Lima Tahun Terakhir, Angka Kemiskinan Jatuh ke 6,13%

1 3044

BANYUWANGI | Go Indonesia.id– Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati Banyuwangi Tahun Anggaran 2025 memamerkan prestasi yang tak bisa dipandang sebelah mata. Di tengah dinamika ekonomi regional dan nasional, kabupaten ini justru mencetak pertumbuhan ekonomi sebesar 5,65%, angka yang jauh melampaui target awal sebesar 4,90% dan menjadi yang tertinggi dalam kurun waktu lima tahun terakhir. Capaian ini bahkan jauh di atas rata-rata pertumbuhan Jawa Timur dan nasional, membuktikan bahwa strategi pembangunan yang dijalankan bukan sekadar wacana, melainkan langkah nyata yang membuahkan hasil.

Data resmi yang dirilis menunjukkan bahwa Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Banyuwangi pada 2025 mencapai Rp118,37 triliun, angka yang terus menanjak dari tahun ke tahun. Tak hanya itu, pendapatan per kapita masyarakat juga naik signifikan menjadi Rp62,09 juta per tahun. Ini adalah bukti bahwa kemakmuran tidak hanya tercatat di atas kertas, tapi juga mulai dirasakan langsung oleh warga.

Bacaan Lainnya

Advertisement

Perang melawan kemiskinan juga menunjukkan kemenangan yang nyata. Persentase penduduk miskin turun menjadi 6,13%, berhasil menembus target yang ditetapkan sebesar 6,29%. Angka ini merupakan penurunan berturut-turut dari tahun-tahun sebelumnya—dimana pada 2020 masih berada di angka 8,06%—membuktikan program seperti Banyuwangi Berbagi dan Rantang Kasih Kanggo Riko bukan sekadar nama, melainkan instrumen ampuh yang menyentuh akar permasalahan. Bahkan indikator kedalaman dan keparahan kemiskinan pun terus menyusut, menandakan bahwa mereka yang masih berada di bawah garis kemiskinan pun semakin dekat untuk keluar dari jerat kesulitan ekonomi.

Kualitas hidup warga juga tak kalah membanggakan. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) mencapai 75,17, terus naik konsisten dari 72,62 pada 2021. Rata-rata lama sekolah kini mencapai 7,84 tahun, usia harapan hidup naik menjadi 74,43 tahun, dan kesenjangan pendapatan yang diukur lewat Gini Rasio turun menjadi 0,290—angka yang menunjukkan pemerataan berjalan lebih adil dibandingkan rata-rata provinsi maupun nasional.

Di sisi lapangan kerja, tingkat pengangguran terbuka (TPT) anjlok menjadi 3,94%. Keberhasilan ini tak lepas dari langkah agresif seperti Banyuwangi Career Expo yang membuka ribuan lowongan kerja, serta program pelatihan keterampilan lewat Banyuwangi Ayo Kursus. Pemerintah juga tak main-main dalam memperkuat pondasi ekonomi: pariwisata, UMKM, dan pertanian didukung dengan ekosistem yang lebih produktif, infrastruktur kawasan strategis dikembangkan, dan layanan publik mulai bertransformasi secara digital.

Tentu saja, capaian rata-rata 103,83% dari seluruh indikator kinerja utama ini adalah hasil kerja keras. Namun, tantangan tetap ada. Meskipun Indeks Kepuasan Masyarakat mencapai 92,075 dan masih di angka yang tinggi, ia sedikit di bawah target yang ditetapkan. Ini menjadi catatan penting: keberhasilan ekonomi harus diimbangi dengan pelayanan yang semakin responsif dan memuaskan bagi seluruh lapisan masyarakat.

Banyuwangi di tahun 2025 membuktikan bahwa dengan prioritas yang jelas—mulai dari pengentasan kemiskinan, perluasan kerja, hingga peningkatan pendidikan dan kesehatan—perubahan besar itu mungkin terjadi. Pertanyaannya kini bukan lagi apakah Banyuwangi bisa maju, melainkan seberapa jauh dan seberapa cepat kabupaten ini bisa mempertahankan laju pertumbuhan ini demi kesejahteraan seluruh warganya.

Reporter : Indah Razak


Advertisement

Pos terkait