Reporter : Endita Ms
TEBO | Go Indonesia.Id – Suasana politik jelang Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak tahun 2026 mulai terasa di sejumlah wilayah Kabupaten Tebo. Salah satunya di Desa Pemayongan, Kecamatan Sumay, yang akan menggelar pesta demokrasi desa pada 10 Juni 2026 mendatang.
Didesa tersebut, terdapat dua kandidat yang dipastikan bakal bertarung memperebutkan kursi Kepala Desa, yakni RAHMAN dan MUSTAWAB.
Namun dari hasil survei dan perbincangan masyarakat sementara, nama RAHMAN disebut-sebut mulai mendapat perhatian besar dari berbagai kalangan masyarakat, baik tokoh pribumi maupun tokoh pendatang yang telah lama menetap di Desa Pemayongan.
Dukungan terhadap RAHMAN disebut datang dari berbagai unsur masyarakat majemuk di desa itu. Mulai dari tokoh setempat seperti Muhamad, kemudian tokoh masyarakat Batak bermarga Regar, perwakilan warga Nias bermarga Lase, hingga tokoh masyarakat Karo bermarga Tarigan.
Tak hanya itu, warga dari berbagai latar belakang suku seperti Jawa Tengah, Jawa Barat, Sumatera Barat, Bengkulu hingga Lampung juga dikabarkan mulai mengarah pada satu pilihan politik yang sama.
“Kalau melihat kondisi sekarang, masyarakat banyak yang berharap Rahman bisa memimpin Desa Pemayongan ke depan,” ungkap salah seorang warga yang meminta namanya tidak dipublikasikan.
Menurut informasi yang berkembang di tengah masyarakat, pada awal tahapan Pilkades tidak ada satu pun warga yang bersedia maju sebagai calon kepala desa, termasuk RAHMAN maupun rivalnya MUSTAWAB. Kondisi tersebut membuat jadwal pendaftaran calon kepala desa sempat diperpanjang oleh panitia penyelenggara.
Pada masa perpanjangan pertama, disebut baru ada satu calon yang mendaftar sehingga belum memenuhi syarat sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Situasi itu sempat membuat tokoh masyarakat dan panitia penyelenggara kebingungan. Hingga akhirnya, atas dorongan keluarga dan masyarakat, RAHMAN diminta ikut maju sebagai calon kepala desa.
Awalnya, RAHMAN disebut sempat menolak maju karena mempertimbangkan hubungan kekeluargaan dengan MUSTAWAB yang masih memiliki hubungan saudara sepupu. Namun demi keberlangsungan Pilkades dan menghindari jabatan kepala desa kembali dipimpin Penjabat (Pj) dari pihak kecamatan, masyarakat terus memberikan dorongan.
Desakan tokoh masyarakat yang terus berdatangan akhirnya membuat RAHMAN bersedia maju dan mengikuti seluruh tahapan Pilkades.
Ia bahkan telah menyampaikan visi dan misinya di hadapan panitia penyelenggara, masyarakat, unsur Muspika Kecamatan Sumay, termasuk Camat, Kapolsek, Babinsa, pendamping desa, perangkat desa, serta Ketua BPD beserta anggota.
Kini, nama RAHMAN terus menjadi perbincangan publik di Desa Pemayongan. Sejumlah warga menilai sosok tersebut layak diberikan amanah untuk memimpin desa periode 2026–2034 mendatang.
REDAKSI







