Mahasiswa Agroteknologi Sulap Lahan Kosong Jadi Kebun Produktif, Inspirasi Anak Muda Terjun ke Dunia Pertanian

IMG 20260520 WA04241

SIKKA, LEPOLIMA | Go Indonesia.Id โ€“ Sebuah lahan kosong yang sebelumnya terbengkalai di kawasan Nara, Desa Lepolima, Kecamatan Alok Timur, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur kini disulap menjadi kebun tanaman pangan yang produktif dan bernilai ekonomis.

Di balik perubahan tersebut, terdapat sosok mahasiswa muda yang berhasil membuktikan bahwa pertanian dapat menjadi peluang usaha menjanjikan bagi generasi muda.

Bacaan Lainnya

Advertisement

Mahasiswa tersebut adalah Arnoldus Yanuarius, mahasiswa semester enam Program Studi Agroteknologi Universitas Nusa Nipa. Sejak semester tiga kuliah,

Arnoldus mulai memanfaatkan lahan kosong untuk mengembangkan kebun tanaman pangan.

Berawal dari kecintaannya terhadap dunia pertanian dan latar belakang pendidikan yang ia tempuh, Arnoldus memiliki tekad untuk mengubah cara pandang anak muda terhadap profesi petani.

Ia prihatin karena masih banyak generasi muda di kampung halamannya, Desa Nelle Urung, yang menganggap bertani sebagai pekerjaan yang kurang menjanjikan.

โ€œSaya ingin mengajak anak muda supaya tidak malu menjadi petani. Pertanian juga bisa memberikan hasil yang baik jika dikelola dengan serius,โ€ ujar Arnoldus

Menurutnya, tanaman pangan dipilih karena memiliki masa panen yang relatif singkat namun mampu memberikan keuntungan yang cukup menjanjikan.

Dalam waktu sekitar tiga bulan, hasil tanam sudah dapat dipanen dan dipasarkan.

Di kebun miliknya, Arnoldus membudidayakan berbagai jenis tanaman, di antaranya cabai merah, cabai keriting merek Laju, serta sayur sawi.

Hasil panennya tidak hanya dimanfaatkan untuk kebutuhan sehari-hari, tetapi juga dipasarkan ke sejumlah wilayah di Flores seperti Maumere, Pasar Alok, hingga Ende dan Larantuka.

โ€œUntuk harga jual, cabai dipasarkan dengan kisaran harga sekitar Rp60 ribu per kilogram, tergantung kondisi pasar,โ€ jelasnya.

Meski usaha yang dijalankan memberikan hasil yang cukup baik, Arnoldus mengaku tetap menghadapi berbagai tantangan. Salah satu kendala terbesar adalah serangan hama kutu tanaman pada musim hujan yang dapat memengaruhi kualitas panen.

Namun, berbagai hambatan tersebut tidak menyurutkan semangatnya untuk terus berkebun dan belajar mengembangkan pertanian yang lebih baik.

Ia berharap semakin banyak anak muda yang mau memanfaatkan lahan kosong di sekitar mereka menjadi sesuatu yang produktif dan bernilai ekonomi.

Kisah Arnoldus Yanuarius menjadi bukti bahwa kreativitas dan kemauan untuk bekerja keras mampu mengubah lahan terbengkalai menjadi sumber pangan sekaligus peluang usaha.

Semangat mahasiswa muda ini diharapkan dapat menginspirasi generasi muda lainnya untuk lebih mencintai dunia pertanian dan berani menciptakan peluang dari lingkungan sekitar.

Reporter: Desideratio


Advertisement

Pos terkait