Konflik Iran Memanas, Prof. Dr. Sutan Nasomal Sebut Amerika Mulai Goyah dan Cari Dukungan China

IMG 20260522 WA0091

JAKARTA | Go Indonesia.Id – Profesor Doktor Sutan Nasomal, SH. MH, menyebut langkah Presiden Amerika Serikat mendatangi China merupakan bentuk kepanikan politik dan ekonomi di tengah memanasnya konflik global yang melibatkan Iran, Israel, dan Amerika Serikat.

Menurut Prof. Dr. Sutan Nasomal, situasi geopolitik dunia saat ini berubah drastis setelah Iran dinilai mampu menghadapi tekanan militer dari Amerika dan Israel dalam konflik yang berlangsung selama beberapa bulan terakhir.

Bacaan Lainnya

Advertisement

β€œAmerika datang ke China karena membutuhkan dukungan hubungan dagang baru serta berharap China bisa membantu meredam ketegangan dengan Iran, termasuk soal keamanan jalur Selat Hormuz,” ujar Prof. Dr. Sutan Nasomal, SH. MH, saat diwawancarai melalui sambungan telepon seluler di Jakarta, Kamis (22/5/2026).

Ia menilai, selama ini Amerika Serikat dikenal sebagai negara adidaya dunia. Namun kondisi perang yang terjadi pada tahun 2026 membuat citra tersebut mulai dipertanyakan banyak negara.

Menurutnya, upaya Amerika membuka kembali hubungan perdagangan dengan China serta menawarkan kemudahan tarif dan kerja sama ekonomi menunjukkan adanya tekanan besar terhadap stabilitas ekonomi global.

β€œSituasi ini sangat menarik. Amerika yang selama ini dianggap kuat kini justru membutuhkan China untuk menjaga stabilitas perdagangan dan hubungan internasional,” katanya.

Prof Sutan Nasomal juga menyoroti kekuatan Iran yang dinilai masih mampu bertahan menghadapi tekanan militer Amerika dan Israel.

Bahkan, ia menyebut adanya kemungkinan terbentuk komunikasi politik dan militer antara Iran, China, Rusia, dan Korea Utara dalam menghadapi pengaruh Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah maupun Asia Pasifik.

Meski demikian, pernyataan tersebut merupakan pandangan pribadi narasumber dan belum dapat dipastikan kebenarannya secara independen.

Selain itu, Prof Sutan Nasomal memperingatkan potensi dampak besar terhadap ekonomi dunia akibat konflik berkepanjangan. Kenaikan harga minyak dan energi disebut dapat memicu krisis di banyak negara berkembang.

β€œNegara-negara yang ekonominya lemah bisa menghadapi gejolak sosial akibat mahalnya kebutuhan hidup dan energi,” ujarnya.

Ia juga menilai konflik global saat ini dapat memunculkan perubahan besar dalam sistem politik, ekonomi, dan hubungan internasional di berbagai negara.

β€œDunia sedang bergerak menuju perubahan besar. Banyak sistem lama yang kemungkinan akan ditinggalkan dan diganti dengan pola baru,” tutupnya.

Narasumber: Prof. Dr. Sutan Nasomal, SH. MH, Pakar Hukum Internasional, Ekonom Nasional, Presiden Partai Koalisi Rakyat Indonesia dan Ketua Umum Perkumpulan Advokat Muda Indonesia.

REDAKSI


Advertisement

Pos terkait