Nasib Guru Honorer Memprihatinkan, Prof. Dr. Sutan Nasomal Minta Pemerintah Serius Benahi Kesejahteraan Pendidik

IMG 20260521 WA0066

JAKARTA | Go Indonesia.Id – Prof. Dr. Sutan Nasomal SH, MH menilai nasib guru honorer di Indonesia semakin terhimpit di tengah kondisi ekonomi dan melemahnya nilai rupiah. Ia meminta Presiden RI dan pemerintah segera mengambil langkah serius untuk memperhatikan kesejahteraan para pendidik yang selama ini dinilai jauh dari kata layak.

Menurut Profesor Sutan Nasomal, kondisi guru honorer di Indonesia sangat memprihatinkan meski Indonesia dikenal sebagai negara kaya sumber daya alam. Namun ironisnya, ribuan hingga puluhan ribu guru honorer masih hidup dalam tekanan ekonomi dan penghasilan minim.

Bacaan Lainnya

Advertisement

โ€œGuru memiliki peran besar mencerdaskan bangsa, tetapi kesejahteraannya masih jauh dari harapan. Banyak guru honorer bahkan kesulitan memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari,โ€ tegas Prof. Dr. Sutan Nasomal kepada media, Rabu (21/05/2026).

Ia menyoroti kecilnya pendapatan guru honorer yang dinilai tidak sebanding dengan pengabdian mereka dalam dunia pendidikan. Kondisi tersebut, kata dia, dapat memicu krisis minat masyarakat untuk menjadi tenaga pendidik.

โ€œDi negara sebesar Indonesia, masih ada guru yang hidup dengan penghasilan sangat rendah. Ini ironi besar bagi dunia pendidikan kita,โ€ ujarnya.

Profesor Sutan Nasomal juga menegaskan bahwa kemajuan bangsa dan perkembangan peradaban tidak lepas dari jasa para guru. Namun kenyataannya, masih banyak guru yang hidup di bawah garis kesejahteraan, bahkan ada yang harus mencari pekerjaan tambahan demi bertahan hidup.

Ia menilai perhatian pemerintah terhadap guru melalui program PPPK memang sudah ada, namun masih belum cukup untuk menjawab persoalan kesejahteraan para pendidik secara menyeluruh.

โ€œGuru adalah pencetak generasi bangsa, melahirkan pejabat, pemimpin, hingga presiden. Tapi nasib mereka masih jauh panggang dari api. Bahkan ada guru yang setelah mengajar harus menjadi pemulung demi bertahan hidup,โ€ ungkapnya.

Selain itu, Prof. Dr. Sutan Nasomal juga mengkritik ketimpangan sosial yang masih terjadi di Indonesia. Menurutnya, predikat negara kaya belum sepenuhnya dirasakan masyarakat luas, terutama kalangan kecil dan tenaga pendidik.

Ia pun mengajak para pakar ekonomi, akademisi, dan seluruh elemen bangsa menjadikan momentum Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) sebagai gerakan bersama untuk memperjuangkan kesejahteraan guru honorer di Indonesia.

โ€œNegara tidak boleh terus membiarkan guru honorer hidup dalam kesulitan. Guru harus diperlakukan mulia dan kebutuhan hidupnya wajib tercukupi,โ€ pungkasnya.

Narasumber: Sutan Nasomal – Pakar Hukum Internasional, Presiden Partai Koalisi Rakyat Indonesia, Ketua Umum Perkumpulan Advokat Muda Indonesia.

REDAKSI


Advertisement

Pos terkait