TPNPB Klaim Bertanggung Jawab atas Penyerangan Pos Aparat di Yuguru, Nduga

0a 117

NDUGA, PAPUA PEGUNUNGAN | Gp Indonesia.id—  Kelompok yang mengatasnamakan Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) Kodap III Ndugama Derakma mengklaim bertanggung jawab atas penyerangan terhadap aparat keamanan Indonesia di sebuah pos di Distrik Yuguru, Kabupaten Nduga, Papua Pegunungan.(14/8/26)

Klaim tersebut disampaikan Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB melalui siaran pers kedua yang diterbitkan pada Kamis, 13 Agustus 2026. Dalam pernyataannya, TPNPB menyebut serangan terjadi pada 3 Juli 2026 dan dilakukan oleh pasukan TPNPB Batalyon Mugi.

Bacaan Lainnya

Advertisement

Menurut keterangan yang disampaikan TPNPB, laporan tersebut berasal dari Komandan TPNPB Batalyon Mugi, Mayor Nereminus Gwijangge. Kelompok itu mengklaim tiga aparat militer Indonesia tewas dan sejumlah lainnya mengalami luka-luka dalam serangan tersebut.

TPNPB juga menyatakan terjadi kontak senjata setelah penyerangan. Dalam klaim yang sama, kelompok tersebut menyebut tidak terdapat korban jiwa dari pihak mereka.

Namun, klaim mengenai jumlah korban dan kronologi serangan tersebut belum dapat diverifikasi secara independen. Belum terdapat keterangan resmi dari TNI atau pemerintah yang dikutip dalam siaran pers tersebut mengenai jumlah korban, kondisi aparat, maupun kronologi kejadian.

Sebut Situasi Nduga Masih Siaga

Dalam pernyataannya, TPNPB mengatakan situasi di wilayah konflik Nduga sejak Juli hingga Agustus 2026 masih berada dalam kondisi yang mereka sebut sebagai “siaga 1”.

Kelompok tersebut menyatakan kondisi keamanan di medan konflik menjadi alasan laporan mengenai dugaan serangan pada 3 Juli baru disampaikan pada 13 Agustus.

TPNPB juga meminta Panglima TNI dan Menteri Pertahanan memberikan penjelasan mengenai jumlah korban yang disebut mereka sebagai akibat serangan pasukan TPNPB Kodap III Ndugama Derakma.

Dalam siaran pers itu disebutkan bahwa aksi tersebut berada di bawah pimpinan Brigjen Egianus Kogeya dan Mayor Maleo Belia Kogeya.

Klaim Perlu Dikonfirmasi

Siaran pers tersebut ditandatangani atas nama Sebby Sambom selaku juru bicara TPNPB-OPM dan mencantumkan sejumlah nama sebagai penanggung jawab nasional Komando Markas Pusat Komando Nasional TPNPB-OPM.

Informasi mengenai serangan di Yuguru menjadi penting untuk dikonfirmasi secara menyeluruh, mengingat wilayah Nduga merupakan salah satu daerah yang terdampak konflik bersenjata antara kelompok bersenjata Papua dan aparat keamanan Indonesia.

Media perlu membedakan antara klaim pihak yang terlibat konflik dengan fakta yang telah terverifikasi. Karena itu, informasi mengenai korban, lokasi kejadian, kronologi penyerangan, serta kondisi masyarakat sipil di sekitar lokasi perlu mendapatkan konfirmasi dari TNI/Polri, pemerintah daerah, maupun sumber independen.

Hingga berita ini disusun, keterangan dalam artikel ini masih bersumber dari siaran pers Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB dan belum merupakan konfirmasi independen atas seluruh klaim yang disampaikan.

Agustinus Selegani/Jurnalis Go Indonesia
Sumber / Juru bicara TPNPB -OPM sebby sambom


Advertisement

Pos terkait