Bandara Letkol Wisnu Sumberkima Memprihatinkan, Warga Desak Segera Direvitalisasi

0a 144 e1786783032987

BULELENG | Go Indonesia.id- Kondisi Bandara Letkol Wisnu di Desa Sumberkima, Kabupaten Buleleng, Bali, kini menjadi sorotan. Setelah masa kerja sama pemanfaatan bandara antara Sekolah Penerbangan BIFA (Bali International Flight Academy) dan Pemerintah Kabupaten Buleleng tidak diperpanjang, sejumlah fasilitas bandara disebut mengalami penurunan kondisi yang cukup serius.

Pantauan di kawasan bandara menunjukkan sejumlah bangunan mulai ditumbuhi rerumputan liar. Kondisi pagar di sekitar bangunan juga terlihat memprihatinkan dan di sejumlah bagian nyaris ambruk, (15/8/26).

Bacaan Lainnya

Advertisement

Tidak hanya fasilitas pendukung, kondisi runway yang menjadi area pendaratan dan lepas landas pesawat juga disebut mengalami kerusakan. Struktur permukaan aspal terlihat tidak lagi rata sehingga membutuhkan perhatian dan penanganan apabila bandara tersebut akan kembali difungsikan.

Sebelumnya, Bandara Letkol Wisnu berada di bawah pengelolaan Pemerintah Kabupaten Buleleng. Namun, saat ini pengelolaannya telah menjadi kewenangan Pemerintah Provinsi Bali.

Bandara tersebut diproyeksikan untuk dikembangkan bersama Kementerian Perhubungan sebagai lapangan terbang khusus bagi pesawat ringan, jet pribadi, pendaratan darurat, sekaligus fasilitas penunjang sektor pariwisata.
BIFA yang sebelumnya menjadikan Bandara Letkol Wisnu sebagai salah satu basis kegiatan penerbangannya kini telah berpindah ke Bandara Blimbingsari, Rogojampi, Banyuwangi, Jawa Timur.

Padahal, pada awal pengoperasiannya pada era 2000-an, Bandara Letkol Wisnu sempat menjadi salah satu lokasi kegiatan aerosport yang cukup bergengsi. Sejumlah penggemar olahraga dirgantara dari dalam maupun luar negeri pernah datang untuk mengikuti berbagai aktivitas penerbangan.

Bagi masyarakat sekitar, khususnya warga Desa Sumberkima, keberadaan Bandara Letkol Wisnu memiliki nilai ekonomi yang cukup besar. Saat masih beroperasi, aktivitas bandara ikut menggerakkan berbagai usaha masyarakat, mulai dari jasa laundry, penyewaan sepeda motor dan mobil, hingga usaha kuliner.

Karena itu, masyarakat berharap pemerintah segera mengambil langkah konkret untuk merevitalisasi Bandara Letkol Wisnu dan menghidupkan kembali aktivitas penerbangan di kawasan tersebut.

Harapan tersebut bukan semata-mata terkait sektor transportasi dan pariwisata, tetapi juga menyangkut kesempatan kerja bagi masyarakat lokal. Pasca berkurangnya aktivitas bandara, sejumlah anak muda di sekitar kawasan tersebut disebut kehilangan sumber pekerjaan.

Masyarakat berharap rencana pengembangan Bandara Letkol Wisnu tidak berhenti sebagai wacana. Revitalisasi infrastruktur, pembenahan runway, perbaikan bangunan dan pagar, serta kejelasan konsep pengelolaan dinilai menjadi langkah penting agar bandara kembali memberikan manfaat bagi masyarakat dan perekonomian lokal.

Kadek | Jurnalis Go Indonesia


Advertisement

Pos terkait