PLN Serasan Butuh Perhatian Serius, Satu Mesin Rusak dan Solusi Jangka Panjang Belum Jelas

IMG 20260824 WA0096

SERASAN, NATUNA | Go Indonesia.Id — Persoalan kelistrikan di Kecamatan Serasan, Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau, dinilai membutuhkan perhatian serius dari PT PLN maupun Pemerintah Kabupaten Natuna. Kondisi di lapangan menunjukkan masih adanya persoalan teknis yang berpotensi mengganggu kestabilan pasokan listrik masyarakat.

Berdasarkan penelusuran media di lokasi pembangkit listrik PLN Serasan, ditemukan satu unit mesin pembangkit dalam kondisi rusak dan sedang menjalani perbaikan.

Bacaan Lainnya

Advertisement

Kapal Kerja PLN Serasan, tris, saat ditemui dan diwawancarai di lokasi membenarkan kondisi tersebut. Menurutnya, sejumlah peralatan untuk perbaikan mesin telah tiba menggunakan kapal Bukit Raya, meskipun belum seluruh kebutuhan perbaikan tersedia.

Mesinnya sedang rusak dan sekarang diperbaiki. Alatnya semalam datang dengan kapal Bukit Raya, tetapi belum semuanya,” ujar tris.

Ia juga menjelaskan bahwa mesin tersebut mengalami kebocoran oli. Meski demikian, mesin masih dapat digunakan dengan catatan harus dilakukan penambahan oli secara rutin.

Di mesin itu olinya juga bocor. Masih bisa kita pakai, tetapi nanti setiap hari harus ditambahkan oli,” jelasnya.

Ketika ditanya apakah setelah mesin tersebut selesai diperbaiki kondisi kelistrikan di Serasan dapat kembali normal dan bertahan dalam jangka waktu tertentu, tris belum dapat memastikan.

Hal tersebut menunjukkan bahwa persoalan listrik di Serasan bukan hanya menyangkut perbaikan satu unit mesin, tetapi juga membutuhkan solusi yang lebih permanen dan terencana.

Saat ditanyakan mengenai langkah PLN ke depan agar persoalan kelistrikan Serasan dapat benar-benar teratasi, tris mengatakan pihaknya di lapangan hanya menjalankan instruksi dari atas.

Kami tidak bisa apa-apa, hanya menunggu perintah dari atas. Kalau dikasih mesin, ya kami terima. Kalau hanya dikirim alatnya, ya kami perbaiki,” katanya.

Pernyataan tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa pihak PLN di tingkat lapangan memiliki keterbatasan dalam menentukan kebijakan terkait penambahan maupun penggantian mesin pembangkit.

Pengelolaan Limbah PLN Juga Perlu Dipertanyakan

Dalam penelusuran yang sama, media juga menanyakan mengenai pengelolaan limbah yang berasal dari aktivitas PLN Serasan.

Sutris menyebut limbah tertentu biasanya dijual kepada nelayan dan pekerja sensor. Menurutnya, jumlah yang dijual dalam satu bulan disebut sekitar satu drum.

Biasa dijual kepada nelayan dan pekerja senso. Kita jual ke mereka, paling banyak sekitar satu drum dalam satu bulan,” ungkapnya.

Informasi tersebut tentu perlu mendapat perhatian lebih lanjut, khususnya terkait jenis limbah yang dimaksud, mekanisme penjualan, pencatatan, serta apakah pengelolaannya telah sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Apabila limbah tersebut masuk kategori limbah B3, maka pengelolaannya tidak dapat dilakukan sembarangan dan harus mengikuti ketentuan pengelolaan limbah B3.

Respons Pemerintah Kecamatan Dipertanyakan

Di sisi lain, upaya media untuk meminta tanggapan Camat Serasan, Supardi, terkait kondisi kelistrikan di wilayahnya belum mendapatkan penjelasan langsung.

Saat hendak diwawancarai mengenai persoalan PLN Serasan, Supardi justru mengarahkan media untuk meminta keterangan kepada Sekretaris Kecamatan.

Sikap tersebut menimbulkan pertanyaan mengenai sejauh mana Pemerintah Kecamatan Serasan memberikan perhatian terhadap persoalan kelistrikan yang secara langsung menyangkut kepentingan masyarakat.

Padahal, pemadaman listrik yang terjadi berulang kali sebelumnya telah dikeluhkan masyarakat. Kondisi tersebut tidak hanya mengganggu aktivitas rumah tangga, tetapi juga berpotensi berdampak terhadap pelaku usaha, pelayanan publik, fasilitas pendidikan, komunikasi, hingga kegiatan ekonomi masyarakat.

Tokoh Masyarakat Minta Pemerintah Jangan Sekadar Menunggu Kerusakan

Salah seorang tokoh masyarakat Serasan berharap persoalan listrik tidak terus diselesaikan dengan pola yang sama, yakni menunggu mesin rusak kemudian diperbaiki.

Menurutnya, pemerintah daerah bersama PLN harus mulai memikirkan langkah jangka panjang agar masyarakat Serasan mendapatkan kepastian pelayanan listrik.

Harapan kami ada gerakan dari pemerintah setempat dan Pemerintah Kabupaten Natuna. Jangan hanya setiap ada kerusakan diperbaiki, kemudian rusak lagi. Harus ada solusi pasti untuk mengatasi persoalan ini,” ujarnya.

Masyarakat, kata dia, membutuhkan kepastian bahwa listrik di Serasan dapat beroperasi secara stabil, bukan sekadar perbaikan sementara setiap kali terjadi gangguan.

Karena itu, Pemerintah Kabupaten Natuna bersama PLN diharapkan segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem kelistrikan di Serasan, termasuk kondisi seluruh mesin pembangkit, kebutuhan mesin cadangan, ketersediaan suku cadang, serta skema penanganan apabila salah satu mesin kembali mengalami kerusakan.

Persoalan ini juga dinilai perlu menjadi perhatian serius DPRD Natuna, khususnya komisi yang membidangi energi dan pelayanan publik, agar dapat meminta penjelasan resmi PLN mengenai kondisi pembangkit Serasan serta rencana konkret untuk menjamin pasokan listrik masyarakat ke depan.

Media masih membuka ruang hak jawab dan klarifikasi dari pihak PLN Natuna, Pemerintah Kecamatan Serasan, maupun Pemerintah Kabupaten Natuna terkait seluruh informasi dalam pemberitaan ini.

Baharullazi/Jurnalis Go Indonesia


Advertisement

Pos terkait