Di Tengah Kabut Asap, Aiptu Mushuri Bangun Sinergi Jaga Kamtibmas dan Cegah Karhutla

IMG 20260902 WA0239

DHARMASRAYA | Go Indonesia.idย  Pengabdian seorang anggota Polri tidak selalu hadir melalui tugas besar ataupun sorotan publik. Terkadang, ketulusan justru terpancar dari langkah-langkah sederhana: menyapa, mendengar, membantu, dan hadir ketika masyarakat membutuhkan rasa aman.

Semangat tersebut tergambar dari kiprah Aiptu Mushuri, Kapolpos Asam Jujuhan, Polsek Sungai Rumbai, Polres Dharmasraya. Bersama Aipda Muslim Buchari, S.H. dan Bripka Diance Sufadli, ia terus membangun komunikasi yang humanis dengan masyarakat serta berbagai elemen di wilayah tugasnya.

Bacaan Lainnya

Advertisement

Di tengah kondisi Kabupaten Dharmasraya yang diselimuti kabut asap, Aiptu Mushuri bersama wartawan Go Indonesia menggelar diskusi ringan di Pos Polisi Nagari Sungai Limau, Kecamatan Asam Jujuhan, Selasa (1/9/2026).

Meski berlangsung santai, pembicaraan yang mengemuka cukup serius. Berbagai persoalan dibahas, mulai dari situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), kesiapsiagaan menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla), hingga langkah-langkah pencegahan agar kebakaran tidak meluas dan berdampak terhadap masyarakat.

Aiptu Mushuri menekankan bahwa kewaspadaan terhadap lingkungan harus menjadi perhatian bersama, terutama di tengah kondisi udara yang kurang baik akibat kabut asap.

โ€œMasyarakat kami harapkan tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan. Jika menemukan titik api atau kondisi yang berpotensi menimbulkan karhutla, segera laporkan kepada pihak berwenang agar dapat ditangani sedini mungkin,โ€ ujarnya.

Menurutnya, menjaga keamanan sekaligus kelestarian lingkungan bukan semata-mata tugas aparat. Peran aktif masyarakat sangat dibutuhkan untuk mendeteksi dan mencegah berbagai potensi gangguan sejak dini.

Sosok yang dikenal murah senyum itu menilai, komunikasi yang baik merupakan salah satu kunci dalam menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif.

Bagi seorang polisi, hadir di tengah masyarakat bukan hanya sebatas menjalankan tugas. Kehadiran tersebut juga menjadi jembatan untuk membangun kepercayaan, menyerap informasi, mendengar aspirasi, serta bersama-sama mencari solusi atas persoalan yang dihadapi warga.

Dari sebuah pos polisi yang sederhana, percakapan ringan pun dapat menjadi ruang untuk mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat sinergi antara kepolisian, masyarakat, dan insan media.

Aiptu Mushuri bersama personel menunjukkan bahwa menjadi polisi yang humanis tidak selalu membutuhkan langkah besar. Hadir, mendengar, peduli, dan bergerak ketika masyarakat membutuhkan merupakan bentuk pengabdian sederhana yang memiliki makna besar.

Di tengah kabut asap yang menyelimuti Dharmasraya, sinergi antara kepolisian, masyarakat, dan media menjadi bagian penting dalam menjaga daerah tetap aman dan nyaman. Lebih dari itu, sinergi tersebut menjadi momentum untuk menumbuhkan kesadaran bersama agar ancaman karhutla dapat dicegah sedini mungkin.

Sebab, menjaga keamanan dan lingkungan bukan hanya tentang siapa yang berada di garis depan, tetapi tentang bagaimana seluruh elemen masyarakat mau peduli, saling mengingatkan, dan bergerak bersama.

Dari komunikasi sederhana, tumbuh kepercayaan. Dari kepedulian bersama, lahir kekuatan untuk menjaga Dharmasraya tetap aman, nyaman, dan bebas dari ancaman karhutla.

Amat/ Jurnalis Go Indonesia


Advertisement

Pos terkait